PASOKAN listrik di Kabupaten Berau dipastikan kembali aman dan stabil setelah PT PLN berhasil menyelesaikan proses interkoneksi jaringan listrik pada jalur Maloy–Talisayan. Pengerjaan pemasangan dua unit tower darurat (emergency) bertegangan 150 kilovolt (kV) tersebut rampung lebih cepat satu hari dari target yang telah direncanakan.
Manager PLN UP3 Berau, Erwinton Naibaho, menjelaskan bahwa proses penormalan dan penyambungan arus listrik ke sistem interkoneksi Mahakam telah berhasil dilakukan sejak Minggu dini hari.
“Mulai pukul 03.00 WITA tadi, kami sudah berhasil interkoneksi dengan Sistem Mahakam. Pendirian dua unit tower darurat 150 kV di lokasi Maloy–Talisayan telah selesai sepenuhnya,” ujar Erwinton, Minggu (1/11/2026).
Penggunaan tower darurat ini merupakan langkah cepat (quick win) untuk memulihkan keandalan dan stabilitas daya listrik bagi masyarakat di wilayah Berau dan sekitarnya secepat mungkin. Meski demikian, pihak PLN memastikan bahwa penanganan gangguan tidak berhenti sampai di pendirian tower darurat saja. Saat ini, tim teknis dan transmisi PLN di lapangan tengah melanjutkan pengerjaan struktur tower permanen agar keandalan jaringan jangka panjang semakin tangguh.
“Iya benar, ini sifatnya tower sementara agar krisis pasokan daya cepat teratasi. Sementara itu, untuk tower permanen, tim transmisi juga sedang memproses pengerjaannya di lokasi. Bahan dan material pengganti seluruhnya sudah tersedia dan siap dipasang,” tambahnya.
Dengan selesainya interkoneksi darurat ini, sistem kelistrikan di Kabupaten Berau kini kembali terhubung penuh dengan jaringan Sistem Mahakam. Pihak PLN mengapresiasi kerja keras tim di lapangan yang mampu mempercepat durasi perbaikan, serta menyampaikan terima kasih atas kesabaran para pelanggan dan pemangku kepentingan selama proses penormalan berlangsung. (SETIAWAN)












