Angkutan umum di Kalimantan Timur (Kaltim), belum sepenuhnya menjangkau daerah terpencil. Untuk itu, pemerintah mempersiapkannya. Ke pedalaman maupun IKN.
———————————-
Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Timur, menyiapkan pengembangan jaringan angkutan umum antarwilayah untuk memperluas konektivitas kabupaten/kota di Benua Etam. Rencana tersebut mencakup penambahan trayek angkutan perintis, angkutan dalam trayek, hingga layanan pemadu moda dari sejumlah bandara menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Kaltim, Heru Santosa mengatakan pengembangan ini dilakukan untuk memperkuat akses transportasi darat terkhusus bus antardaerah sekaligus mendukung mobilitas masyarakat menuju kawasan IKN. Sejumlah rute baru direncanakan menghubungkan Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, Berau, Paser, Penajam Paser Utara (PPU), hingga Mahakam Ulu.
Disebutkannya, jaringan trayek angkutan umum penumpang antar kota dalam provinsi (AKDP) telah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 100.3.3.1/K.160/2025.
Dalam jaringan yang telah ditetapkan tersebut, terdapat sejumlah trayek angkutan dalam trayek yang melayani perjalanan antarkabupaten/kota. Rute yang tersedia di antaranya Samarinda menuju Balikpapan, Bontang, Sangatta, Kota Bangun, Handil, hingga Tanjung Redeb.
Sementara dari Balikpapan, layanan angkutan umum tersedia menuju Handil, Bontang, dan Sepaku. Trayek lainnya menghubungkan Bontang dengan Sangatta, Penajam dengan Tanah Grogot, serta jalur Petung–Sepaku–KM 38 Samboja menuju Samarinda.
Selain angkutan reguler, Dishub Kaltim juga memiliki jaringan angkutan perintis untuk menjangkau wilayah yang akses transportasinya masih terbatas. Dari Samarinda, layanan tersebut menghubungkan sejumlah kawasan di Kutai Kartanegara dan Kutai Barat.
“Rute angkutan perintis dari Samarinda meliputi Muara Muntai, Jonggon, Kembang Janggut, Bentian Besar, Tanjung Isuy, dan Bongan. Adapun dari Sangatta, layanan menjangkau Pengadan dan Maloy, sedangkan Balikpapan memiliki rute menuju IKN,”ungkapnya,pada Minggu (1/11/2026).
Angkutan perintis lainnya melayani perjalanan dari Tanjung Redeb menuju Tanjung Batu di Kabupaten Berau. Keberadaan layanan tersebut diharapkan membantu masyarakat memperoleh akses transportasi darat, terutama menuju wilayah yang belum terjangkau angkutan umum secara optimal.
Dalam rencana pengembangan berikutnya, Dishub Kaltim menyiapkan perluasan angkutan perintis ke sejumlah wilayah yang selama ini membutuhkan dukungan konektivitas transportasi.
“Dari Samarinda, pengembangan trayek direncanakan menjangkau Tenggarong, Senoni, Samboja, Sebulu, Muara Kaman, hingga Tabang di Kabupaten Kutai Kartanegara,”jelasnya.
Perluasan juga diarahkan ke sejumlah kecamatan di Kutai Timur, seperti Bengalon, Muara Wahau, Sangkulirang, Long Mesangat, dan Muara Ancalong. Sementara di Kutai Barat, rute yang direncanakan meliputi Muara Pahu dan Melak.
Dishub Kaltim turut memasukkan pengembangan akses menuju Berau melalui Kaliorang serta wilayah Mahakam Ulu. Dari Balikpapan, rencana pengembangan angkutan perintis diarahkan menuju Sangatta dan Berau.
Sementara itu, dari Sangatta akan dikembangkan konektivitas menuju Sangkulirang dan Tanjung Redeb. Perluasan tersebut diharapkan dapat membuka akses perjalanan masyarakat antarkawasan yang memiliki jarak cukup jauh.
Pengembangan jaringan angkutan dalam trayek juga diarahkan untuk menghubungkan berbagai wilayah di Kaltim dengan IKN. Sejumlah titik keberangkatan disiapkan dari Samarinda, Balikpapan, Kutai Barat, Bontang, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, PPU, Mahakam Ulu, Berau, hingga Paser.
Selain konektivitas menuju IKN, Dishub Kaltim merencanakan pengembangan rute Samarinda–Muara Badak serta jalur Kutai Barat menuju Mahakam Ulu. Koneksi dari PPU menuju Kutai Barat dan Tenggarong juga masuk dalam rencana pengembangan.
“Konektivitas antarkabupaten/kota turut menjadi perhatian melalui pengembangan jalur yang menghubungkan Paser, Kutai Timur, Balikpapan, PPU, dan Kutai Kartanegara,”terangnya.
Di sisi lain, pengembangan transportasi juga menyasar layanan pemadu moda atau angkutan yang menghubungkan bandara dengan berbagai pusat kegiatan masyarakat.
Dari Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda, rencana layanan pemadu moda diarahkan menuju Terminal Sungai Kunjang, Sangatta, Bontang, Tenggarong, dan IKN.
Sementara dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, pengembangan rute direncanakan menjangkau Samarinda, PPU, Paser, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Bontang, hingga IKN.
Bandara IKN juga disiapkan menjadi salah satu simpul transportasi yang menghubungkan kawasan ibu kota baru dengan berbagai daerah di Kaltim. Rute yang direncanakan mencakup Samarinda, Balikpapan, PPU, Paser, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Bontang, Berau, dan Mahakam Ulu.(ARI RACHIM/ARIE)












