Anjungan Kaltara jadi Pusat Promosi

Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang berkunjung ke TMII.//IST

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus berupaya mengenalkan produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Bumi Benuanta ke pasar nasional.

Salah satunya, dengan menambah Anjungan Kaltara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Yakni rumah adat Tidung dan Dayak.

Pengembangan itu direncanakan menjadi satu kawasan terpadu bersama rumah adat Bulungan yang telah tersedia, sekaligus memperkuat fungsi anjungan sebagai pusat promosi seni, budaya, UMKM, dan potensi investasi daerah.

Penambahan rumah adat dua suku asli Kaltara itu, menurut Zainal, tidak hanya berorientasi pada penambahan bangunan, tetapi juga pada penguatan peran anjungan sebagai representasi identitas dan potensi daerah. Keberadaan rumah adat Tidung dan adat Dayak juga akan melengkapi rumah adat Bulungan yang sudah lebih dulu dibangun.

Dengan demikian, masyarakat yang berkunjung dapat mengenal lebih dekat keberagaman budaya dan tradisi masyarakat Kaltara.

“Manajemen TMII menyepakati dan men-support penuh penyediaan lahan untuk rencana pengembangan Anjungan Kaltara, termasuk penambahan dua rumah adat Tidung dan adat Dayak dalam satu kawasan terpadu bersama rumah adat Bulungan yang sudah ada,” ujar Zainal.

Ia menjelaskan, pengembangan tersebut akan ditindaklanjuti melalui sinergi Badan Penghubung (Banhub) Kaltara dengan perangkat daerah teknis, pemerintah kabupaten/kota, serta masyarakat Kaltara di Jakarta.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar Anjungan Kaltara dapat menjadi ruang bersama untuk memperkenalkan kekayaan seni, budaya, produk UMKM, dan peluang investasi daerah.

Zainal juga menargetkan kegiatan promosi di anjungan semakin beragam, mulai dari penyelenggaraan acara seni dan budaya, pameran produk UMKM, hingga penambahan koleksi benda seni, sejarah, dan budaya Kaltara. (fen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *