PEMENUHAN kebutuhan energi listrik bagi masyarakat Kabupaten Berau hingga saat ini belum terealisasi sepenuhnya. Berdasarkan hasil pendataan awal Pemkab Berau di lima kecamatan, tercatat masih ada ratusan Kepala Keluarga (KK) yang belum terjangkau aliran listrik dari negara.
Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Sekretariat Kabupaten (Setkab) Berau, Slamet Riyadi mengungkapkan, proses pengumpulan data tersebut telah berlangsung sejak Maret 2026 lalu dan balasan resmi dari pihak kecamatan baru diterima baru-baru ini. Dari data sementara yang terhimpun di lima kecamatan, rincian rumah tangga yang belum menikmati listrik mencakup Kecamatan Bidukbiduk sebanyak 150 KK, Kecamatan Biatan 147 KK, Kecamatan Tabalar 140 KK, Kecamatan Segah 121 KK, serta Kecamatan Batu Putih sebanyak 55 KK.
“Pendataan ini kami lakukan mulai Maret 2026 lalu dan rekapitulasi balasan dari kecamatan baru kami terima. Saat ini baru mencakup lima kecamatan dengan total 613 rumah belum teraliri listrik,” ujar Slamet Riyadi.
Slamet menjelaskan bahwa kendala teknis di lapangan cukup bervariasi, sehingga memerlukan skema penanganan yang berbeda-beda. Bagi pemukiman atau warga yang lokasinya tidak terlalu jauh dari jaringan eksisting, Pemkab Berau dan pihak terkait akan mengintervensi melalui penyambungan listrik reguler sesuai prosedur yang berlaku.
Sementara itu, bagi pemukiman yang kawasannya jauh dari jangkauan jaringan utama, intervensi akan dilakukan menggunakan Alat Penyalur Daya Listrik (APDAL) atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mandiri. Selain itu, opsi program PLTS Komunal juga disiapkan, namun tetap memerlukan sinkronisasi data bersama PT PLN (Persero) terkait program Listrik Desa (Lisdes).
Di sisi lain, Pemkab Berau juga memprioritaskan percepatan pemindahan Wilayah Usaha (Wilus) kelistrikan di tiga kampung, yakni Kampung Merabu, Long Beliu, dan Teluk Sumbang. (SETIAWAN)












