RATUSAN warga Kabupaten Berau menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Berau pada Senin (26/10/2026) malam. Aksi ini dipicu oleh kekecewaan dan kemarahan masyarakat atas intensitas pemadaman listrik yang dinilai semakin parah dan tak kunjung usai dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan pantauan Disway Kaltim di lokasi, massa mulai memadati area depan kantor PLN UP3 Berau sejak malam hari dengan memboyong berbagai atribut protes. Mereka menyuarakan kekesalan atas gangguan berulang pada pasokan listrik yang merugikan aktivitas harian serta usaha ekonomi warga setempat.
Para pengunjuk rasa menuntut transparansi serta penjelasan resmi dari manajemen PLN terkait pemadaman mendadak yang dinilai sangat mengganggu tersebut.
Tak hanya menuntut kejelasan teknis dari pihak penyedia jasa listrik, massa aksi juga mendesak agar manajemen PLN menghadirkan Bupati Berau secara langsung di tengah-tengah demonstrasi. Mereka berharap kepala daerah dapat memberikan ketegasan serta solusi konkret atas krisis energi yang melanda wilayah mereka.
“Kami butuh kepastian dan solusi nyata, bukan sekadar alasan pemeliharaan berulang kali. Kehadiran pimpinan daerah sangat penting agar masalah pemadaman yang merugikan rakyat ini segera mendapat penanganan serius,” ujar salah seorang orator di lokasi aksi.
Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas yang menemui ratusan warga menjelaskan bahwa gangguan listrik padam tidak hanya dirasakan oleh sebagian kelompok, melainkan merata di seluruh wilayah Berau. Menurutnya, pemadaman terjadi akibat musibah pohon tumbang yang merusak dan memutus jaringan listrik interkoneksi, sehingga kondisi tersebut tidak dapat dihindarkan.
“Dengan kondisi seperti itu, apa yang bisa kita lakukan,” katanya kepada massa.
Atas kendala pelayan jaringan listrik yang belum maksimal tersebut, Sri Juniarsih menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada warga. Ia menegaskan sangat memahami keresahan dan kekecewaan yang dirasakan masyarakat.
“Sebagai kepala daerah, saya sangat memahami perasaan masyarakat Berau,” ujar Sri Juniarsih.
Masyarakat Tetap Prioritas
PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Berau menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan listrik untuk masyarakat, layanan kesehatan, dan fasilitas umum tetap menjadi prioritas utama, dimasa krisis listrik saat ini. Penegasan ini disampaikan guna menepis kekhawatiran publik terkait adanya penyaluran daya ke sektor industri dan pertambangan di wilayah Kabupaten Berau.
Manager PLN UP3 Berau, Erwinton Naibaho menjelaskan, kebutuhan daya listrik di Kabupaten Berau saat kondisi beban puncak berada di kisaran 47 hingga 50 Megawatt (MW). Angka ini bersifat dinamis mengikuti pola konsumsi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PLN mengandalkan tiga pembangkit lokal dengan kapasitas pasokan sebesar 37,5 MW, sementara kekurangan dayanya ditopang penuh melalui Sistem Interkoneksi Kalimantan sesuai kondisi operasional.
Terkait kekhawatiran masuknya perusahaan tambang sebagai pelanggan, Erwinton memastikan kebutuhan sektor industri sudah masuk dalam perencanaan kapasitas sejak awal sehingga tidak mengabaikan alokasi daya bagi warga.
🤠”Perusahaan tambang memiliki sumber daya cadangan sendiri (captive power). Jadi dalam kondisi defisit, mereka yang kita keluarkan lebih awal. Prioritas utama kami tetap masyarakat, khususnya rumah sakit dan sarana pelayanan publik,” tegas Erwinton.
Di sisi lain, PLN UP3 Berau mengakui masih ada sejumlah kendala eksternal yang memengaruhi keandalan jaringan pendistribusian di lapangan. Gangguan tersebut antara lain akibat rintangan vegetasi atau pohon, hewan, kecelakaan kendaraan yang menabrak tiang, hingga cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, petir, serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
“Guna mengantisipasi potensi gangguan tersebut, PLN secara rutin melakukan pemeliharaan peralatan, inspeksi jaringan, dan pembersihan ruang bebas jaringan (right of way),” pungkasnya. (SETIAWAN)












