Terasi Lokal Ditarget Tembus Pasar Nasional

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Berau mengambil langkah tegas untuk mengatasi tantangan klasik sektor hilirisasi produk terasi lokal. Akibat pola distribusi yang belum mumpuni, identitas asli produk kerap terkikis, bahkan kerap diklaim atau dikemas ulang dengan label daerah lain.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan, pentingnya penguatan branding serta percepatan hilirisasi industri pengolahan agar produk turunan hasil laut ini tidak hanya berhenti sebagai bahan mentah.

“Sudah waktunya kita mandiri,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, sudah saatnya daerah ini bertransformasi dari sekadar pemasok bahan baku menjadi tuan rumah yang mandiri dalam pengolahan dan pemasaran. Melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Perikanan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), ekosistem industri hilir terus didorong terbangun.

“Promosi harus terus digencarkan,” terangnya.

Langkah strategis ini mencakup pemberian pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pelatihan peningkatan kualitas pengemasan (packaging), hingga pemutusan rantai pasok agar para perajin lokal mendapatkan nilai tambah yang sepadan. Sejumlah produk olahan seperti terasi bubuk praktis dan terasi cetak khas Berau kini mulai digalakkan pemasarannya agar siap bersaing di kancah nasional.

“Barang kita bagus, sayang kalau tidak dikenalkan ke seluruh negeri,” tegasnya.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta komitmen kuat para perajin lokal, asa agar terasi Berau mampu terbang tinggi menguasai pasar nasional, bahkan melirik peluang ekspor ke negara tetangga kini menjadi target nyata.

“Kenapa tidak, kita punya peluang untuk menjual itu hingga ke luar negeri,” tukasnya. (SETIAWAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *