
COKELAT Berau siap menggebrak pasar. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, tidak main-main dalam mengurus potensi daerah. Langkah “jemput bola” yang ia lakukan langsung ke pemerintah pusat kini berbuah manis. Sebanyak 200 ribu bibit kakao berkualitas dari Kementerian Pertanian resmi mendarat di Berau untuk menghijaukan 200 hektare lahan.
Hebatnya lagi, inisiatif ini tidak berhenti di angka 200 ribu. Tahun depan, bantuan serupa dipastikan bakal ketambahan 100 ribu bibit lagi.
Bagi Sri Juniarsih, bantuan besar ini tidak datang begitu saja dari langit. Semua berkat kegigihannya melobi pusat demi masa depan petani lokal. Ia sadar betul, potensi cokelat Berau punya karakter unik dan cita rasa berbeda yang tidak dimiliki daerah lain.
“Bantuan itu tidak ujug-ujug datang. Tapi jemput bola, bermohon langsung ke pemerintah pusat. Tujuannya jelas, untuk mengembangkan potensi coklat Berau. Apalagi Berau punya kualitas coklat yang berbeda dari daerah lain,” ujar Sri Juniarsih, Sabtu (3/10/2026).
Pemkab Berau rupanya tidak ingin setengah-setengah. Rantai pasok dari hulu hingga hilir sudah disiapkan matang. Barangnya jelas, pasarnya pun sudah terang-benderang.
“Kita sudah fasilitasi dari hulu sampai hilir,” katanya.
Kendati demikian, tantangan baru kini menghadang di depan mata, regenerasi petani. PR besar bagi Berau adalah bagaimana merangkul anak-anak muda agar mau turun ke kebun, menjadi motor penggerak keberlanjutan kakao di masa depan.
Sri Juniarsih mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk segera menangkap peluang emas ini tanpa ragu-ragu.
“Masyarakat harus mengambil peluang ini. Barangnya jelas, pasarnya juga jelas. Tidak ada alasan lagi untuk tidak menanam kakao,” pungkasnya. (ADV)












