Angka kemiskinan di Kalimantan Utara (Kaltara) alami penurunan dalam lima tahun terakhir. Meski, laju penurunannya dinilai belum signifikan.
Namun, menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara, Bertius, tren penurunan tersebut menunjukkan berbagai program penanggulangan kemiskinan mulai memberikan hasil.
Dikatakan, perlambatan penurunan angka kemiskinan tidak terlepas dari pengaruh kondisi ekonomi global yang berdampak hingga ke daerah.
Tekanan terhadap dunia usaha berimbas pada berkurangnya kesempatan kerja dan aktivitas ekonomi masyarakat, sehingga memengaruhi laju penurunan angka kemiskinan.
“Bagaimanapun kondisi ekonomi global memberikan pengaruh terhadap daerah. Dunia usaha ikut terdampak, sehingga dalam beberapa sektor terjadi pengurangan tenaga kerja,” jelas Bertius kepada wartawan, Rabu (15/7/2026).
Meski demikian, Pemprov Kaltara memastikan program intervensi kemiskinan tetap dilanjutkan untuk menjaga tren penurunan yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami akan terus melakukan intervensi melalui berbagai program pembangunan, agar angka kemiskinan terus menurun dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” kata Bertius.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, jumlah penduduk miskin pada 2019 tercatat sebanyak 49,2 ribu jiwa atau 6,7 persen dari jumlah penduduk.
Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia pada 2020 lalu, membuat angka kemiskinan di Bumi Benuanta meningkat menjadi 53,5 ribu jiwa atau 7,3 persen dari jumlah penduduk.
Setahun kemudian, berangsur turun menjadi 52,1 ribu jiwa atau 7,0 persen pada 2021. Kembali turun 50,7 ribu jiwa atau 6,8 persen pada 2022.
Sedangkan di 2023 turun menjadi 48,9 ribu jiwa atau 6,5 persen, 2024 menjadi 46,8 ribu jiwa atau 6,2 persen, dan 2025 mencapai 42,4 ribu jiwa atau 5,4 persen.
“Penurunan angka kemiskinan ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi. Target kami bukan hanya menurunkan persentasenya, tetapi memastikan masyarakat memiliki kesempatan yang lebih luas untuk meningkatkan taraf hidupnya secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Muhammad Efendi)












