Jumlah Usia Sekolah Terbatas

Guru dan murid SD Negeri 005 Mentarang Hulu melakukan upacara./IST

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, M. Fiteriyadi buka suara soal SD di Mentarang Hulu yang viral, karena terlihat hanya memiliki dua murid dan dua guru saat menggelar upacara bendera.

Fiteriyadi menyebut, sekolah tersebut adalah SD Negeri 005 Mentarang Hulu di wilayah Bang Biau. Sebelumnya, merupakan sekolah filial dari SD Negeri 001 Long Berang, kemudian berdiri sebagai sekolah negeri sendiri.

Menurut Fiteriyadi, minimnya jumlah peserta didik bukan semata-mata disebabkan rendahnya minat masyarakat terhadap pendidikan.

Kondisi tersebut, ujarnya, lebih dipengaruhi oleh terbatasnya populasi atau depopulasi usia sekolah di wilayah tersebut.

Selain itu, lanjutnya, warga setempat sebagian lebih memilih menyekolahkan anak-anak mereka ke Long Berang yang merupakan Ibu Kota Kecamatan Mentarang Hulu. Karena memiliki fasilitas pendidikan lebih lengkap.

“Padahal, jarak antara Bang Biau dan Long Berang cukup jauh. Ditempuh dengan berjalan kaki hingga satu hari,” kata Fiteriyadi, dikutip dari laman Pemkab Malinau, Selasa (13/10/2026).

Meski kondisi sekolah tersebut terbatas, Fiteriyadi menegaskan Pemkab Malinau tetap memberikan perhatian.

“Pemerintah Kabupaten Malinau memastikan sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil dan memiliki jumlah peserta didik minim tetap mendapatkan perhatian, baik dari sisi tenaga pendidik maupun sarana dan prasarana pendidikan,” ujarnya.

Karena itu, ia menegaskan pemerintah daerah tetap mempertahankan layanan pendidikan di wilayah tersebut.

“Walaupun hanya satu peserta didik, tetap harus kita penuhi, karena mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan,” tegasnya.

Saat ini, SD Negeri 005 Mentarang Hulu memiliki tiga peserta didik, masing-masing satu siswa kelas I dan dua siswa kelas II.

Fiteriyadi menyebutkan, di sekolah tersebut terdapat guru kelas, guru mata pelajaran, guru agama hingga tenaga pendukung yang disiapkan untuk memastikan proses pembelajaran tetap berjalan.

Menurutnya, kondisi serupa juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Malinau. Bahkan, terdapat sekolah yang hanya memiliki belasan peserta didik, termasuk satuan pendidikan tingkat SMP yang pernah hanya memiliki satu siswa di salah satu tingkatan. (fen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *