Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mulai menawarkan proyek pembangunan hunian aparatur sipil negara (ASN) di Kota Baru Mandiri (KBM) Gunung Seriang, Tanjung Selor, kepada pihak swasta melalui skema kerja sama investasi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kaltara, Helmi, mengatakan proyek tersebut menjadi bagian dari pengembangan kawasan penyangga ibu kota provinsi yang terus dipersiapkan pemerintah daerah.
“Luas lahannya itu sekitar 30 hektare dan direncanakan dibangun kurang lebih 1.000 unit rumah dengan tiga tipe,” ujar Helmi, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, pengembangan hunian dinilai penting untuk mendukung kebutuhan tempat tinggal ASN, seiring berkembangnya pusat pemerintahan di Tanjung Selor. Selain itu, kawasan tersebut juga diproyeksikan menjadi salah satu titik pertumbuhan baru di Kalimantan Utara.
Dalam proses penjajakan investasi, sejumlah perusahaan disebut mulai menunjukkan minat terhadap proyek tersebut. Beberapa investor bahkan telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi KBM Gunung Seriang.
“Sebelumnya memang sudah ada beberapa pihak yang berminat. Dari Bosowa pernah meninjau langsung ke lapangan. Kemudian ada juga investor dari Solo yang sudah melihat lokasi dan saat ini masih tahap negosiasi,” ungkapnya.
Selain pengembangan perumahan, Pemprov Kaltara juga mulai menyiapkan infrastruktur pendukung. Salah satunya, pengembangan sistem penyediaan air bersih untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat dan sektor industri di masa mendatang.
Helmi menjelaskan, pemerintah daerah telah mengusulkan beberapa titik intake air baku dari sejumlah sumber, guna mendukung kebutuhan air bersih. Termasuk di kawasan industri Tanah Kuning-Mangkupadi.
“Ke depan pertumbuhan penduduk di kawasan industri hijau itu pasti meningkat dan kebutuhan air bersih akan sangat besar. Karena itu, kita mulai siapkan dari sekarang dengan mengusulkan beberapa intake air baku,” kata Helmi.
Ia menilai kesiapan infrastruktur dasar menjadi faktor penting agar pengembangan kawasan industri dan permukiman dapat berjalan beriringan tanpa menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Tak hanya itu, Pemprov Kaltara juga merencanakan pembangunan rumah sakit tipe B. “Estimasi investasinya kurang lebih sekitar Rp 300 miliar,” sebutnya. (Muhammad Efendi)












