Optimalkan Potensi Pendapatan Daerah untuk Mengurangi Ketergantungan Terhadap Bantuan Keuangan dari Pemerintah Provinsi

Sekda Berau, Muhammad Said

Pemerintah Kabupaten Berau mulai menyiapkan langkah antisipatif, menyusul adanya wacana ditiadakannya bantuan keuangan (bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada 2027 mendatang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, mengakui pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah strategi, untuk mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah melakukan penyesuaian anggaran melalui kebijakan efisiensi. Sejumlah kegiatan yang dinilai belum prioritas akan dipangkas atau ditunda sementara waktu.

“Konsekuensinya, banyak kegiatan yang harus kita kurangi. Kita lakukan efisiensi di berbagai sektor, termasuk menunda kegiatan yang belum mendesak,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemkab Berau juga mendorong optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) sebagai sumber pembiayaan alternatif.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau diminta untuk lebih giat dalam menggali potensi pajak yang selama ini belum tergarap maksimal.

Menurut Said, strategi peningkatan PAD akan difokuskan pada dua pendekatan utama, yakni intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah.

“Intensifikasi artinya memaksimalkan potensi pajak yang sudah ada. Sementara, ekstensifikasi adalah mencari peluang-peluang pajak baru yang selama ini belum tergarap secara optimal,” terangnya.

Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas pembangunan daerah di tengah ketidakpastian transfer keuangan dari pemerintah provinsi. Terlebih, dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran di berbagai tingkatan pemerintahan, daerah dituntut lebih mandiri dalam mengelola keuangan.

“Kemandirian fiskal itu memang harus kita dorong. Dengan potensi dana transfer yang semakin terbatas, inovasi dan optimalisasi pendapatan daerah menjadi kunci,” tegasnya.

Pemkab Berau pun berharap wacana penghapusan bankeu tidak benar-benar terealisasi. Namun, jika kebijakan tersebut tetap diterapkan, pemerintah daerah memastikan telah menyiapkan langkah adaptif, agar roda pembangunan tetap berjalan.

“Harapannya tentu tidak sampai dihapus. Tapi kalaupun terjadi penurunan, kita harus siap menyesuaikan,” pungkas Said. (Adv/Azwini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *