Penerbangan armada maskapai Wings Air rute Balikpapan-Tanjung Selor maupun sebaliknya tidak bertahap lama. Pihak maskapai secara resmi menghentikan penerbangan menggunakan pesawat ATR-72 ke Ibu Kota Kalimantan Utara (Kaltara) itu.
Penghentian rute penerbangan anak usaha Lion air itu dari dan ke Tanjung Selor, disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, Idham Chalid.
Menurut Idham, kembali terhentinya penerbangan ke Tanjung Selor karena faktor rendahnya jumlah penumpang.
“Tingkat keterisian penumpang memang masih rendah,” ujar Idham, Jumat (17/7/2026).
Berdasarkan hasil komunikasi dengan pihak Bandara Tanjung Harapan, tingkat keterisian penumpang masih berada di bawah batas minimal yang dibutuhkan maskapai untuk mengoperasikan penerbangan secara komersial.
Maskapai, ujarnya, setidaknya membutuhkan tingkat keterisian kursi sekitar 40 persen, agar operasional penerbangan tetap layak dijalankan.
“Kalau keterisian penumpangnya mencapai sekitar 40 persen, itu masih bisa dikomunikasikan. Tetapi kenyataannya masih di bawah angka itu,” sebutnya.
Sementara, lanjutnya, pihak maskapai harus menanggung biaya operasional yang cukup tinggi. Sehingga, maskapai menghentikan layanan penerbangan dari dan ke Tanjung Selor.
Idham menyebut, biaya bahan bakar pesawat atau avtur menjadi komponen pengeluaran terbesar dalam operasional penerbangan.
“Biaya operasional mereka cukup besar dan sekitar 40 persennya habis untuk bahan bakar. Apalagi harga avtur sudah mengalami kenaikan, sehingga operasional menjadi semakin berat,” katanya.
Meski demikian, Pemprov Kaltara memastikan akan terus berkoordinasi dengan maskapai dan pihak terkait, untuk membuka kembali rute tersebut apabila kondisi pasar mulai membaik.
Ia menilai, keberadaan penerbangan langsung Tanjung Selor–Balikpapan masih dibutuhkan masyarakat, karena mendukung mobilitas warga, aktivitas pemerintahan, serta konektivitas Kalimantan Utara dengan kota-kota besar di Indonesia.
Karena itu, pemerintah berharap jumlah penumpang kembali meningkat sehingga maskapai memiliki dasar untuk mengoperasikan kembali rute tersebut. (Muhammad Efendi)












