Fenomena El Nino diperkirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan berlangsung hingga awal 2027 mendatang.
Sementara, kondisi hari tanpa hujan di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) saat ini berada pada kategori sangat pendek hingga masih terdapat hujan.
Sedangkan puncak hujan di Kota Tarakan diperkirakan terjadi pada November–Desember 2026.
Menyikapi potensi ancaman kekeringan akibat dampak El Nino, langkah-langkah mulai dipersiapkan Pemerintah Kota Tarakan, khususnya terkait ketersediaan air bersih.
“RT diminta aktif melaporkan warga yang mengalami kekurangan air untuk selanjutnya mendapatkan suplai air bersih secara gratis,” demikian dikutip dari Antara, Rabu (16/9/2026).
Dalam pendistribusiannya, Pemkot akan berkolaborasi dengan Forkopimda.
Selain krisis air, potensi kekeringan juga dapat berdampak pada kesehatan, ekonomi, dan ketersediaan pangan masyarakat.
Karena itu, camat dan lurah diminta aktif memantau kondisi di wilayah masing-masing, melakukan sosialisasi, serta mendata masyarakat yang membutuhkan bantuan pangan.
Camat dan Lurah juga diminta melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar tetap tenang dan tidak panik, serta bersama-sama melakukan langkah antisipasi terhadap dampak kekeringan, baik dari sisi kesehatan, kebutuhan air bersih, ekonomi maupun ketersediaan pangan. (fen)












