Cokelat Bulungan Paling Diminati

Transaksi cokelat Bulungan dalam business matching mencapai Rp1,13 miliar.//antara foto

Nilai transaksi terhadap cokelat asal Kabupaten Bulungan dalam business matching yang difasilitasi oleh Bank Indonesia (BI), cukup menjanjikan. Mencapai Rp1,13 miliar.

Potensi tersebut, kata Bupati Bulungan Syarwani, harus terus dikembangkan. Demikian pula dengan kualitas produk. Sehingga ke depannya nilai transaksi bisa lebih meningkat.

Syarwani juga mengatakan, Pemkab Bulungan pun terus memperkenalkan produk cokelat asal Bumi Tenguyun.

“Kebetulan untuk hasil olahan cokelat dan produk-produk UMKM Bulungan, itu ada gerainya di Sarinah Mal Jakarta, lantai empat, dan kita sudah resmikan bersama dengan Kementerian UMKM, beberapa waktu yang lalu,” kata Syarwani, dikutip dari Antara, Minggu (13/9/2026).

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara, Agus Taufik menyebutkan UMKM Kaltara telah memperoleh capaian yang luar biasa dalam bussines matching eksport, belum lama ini.

Kegiatan yang mempertemukan pembeli dan penjual tersebut, kata Agus Taufik, telah tercipta kesepakatan bisnis dengan buyer dari Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam senilai Rp2,95 miliar.

“Ada sembilan UMKM terbaik yang mencapai kesepakatan bisnis. Yang terbesar adalah produk Cokelat Bultiya dari Kabupaten Bulungan dengan nilai kesepakatan sebesar Rp1,13 miliar, kemudian ada Kerajinan Tas Batik Umbrella Craft dari Malinau dengan nilai kesepakatan Rp472 juta, dan D’baloy produk Bandeng Cabut Duri Tarakan dengan nilai kesepakatan Rp466 juta,” kata Agus. (fen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *