Bidik Pengakuan UNESCO Global Geopark

Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. (IST)

Pemkab Berau, memperkuat langkah mewujudkan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, berstatus Geopark Nasional. Sebagai pijakan menuju pengakuan UNESCO Global Geopark. Target diharapkan, dapat tercapai pada akhir tahun ini setelah proses pengusulan dan verifikasi yang telah berlangsung lebih dari 1 tahun.

Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said mengatakan, proses pembentukan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat telah berjalan sekira 1,5 tahun. Kawasan tersebut dibentuk melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalimantan Timur, yang menunjuk Dinas Pariwisata sebagai pengelola dengan melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Berau, dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

Menurutnya, kolaborasi lintas daerah menjadi kebutuhan karena kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat membentang di 2 wilayah administrasi, yakni Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur.

“Alhamdulillah, tahun lalu dokumennya sudah kami ajukan, dan tahun ini diverifikasi. Mudah-mudahan di akhir tahun ini Geopark Sangkulirang-Mangkalihat dapat ditetapkan sebagai Geopark Nasional,” katanya.

Setelah memperoleh status nasional, Pemkab Berau bersama para pemangku kepentingan telah menyiapkan target lanjutan, yakni mengusulkan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menjadi bagian dari jaringan UNESCO Global Geoparks dalam kurun waktu sekitar 2 tahun.

Ditegaskannya, target hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, masyarakat, akademisi hingga berbagai lembaga mitra yang selama ini mendukung pengembangan kawasan.

Selain melengkapi persyaratan administratif dan teknis, Muhammad Said menekankan, bahwa keberhasilan sebuah geopark juga ditentukan oleh tingkat pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan tersebut.

Karena itu, sosialisasi mengenai konsep geopark harus terus diperluas agar masyarakat memahami manfaat keberadaannya, baik untuk pelestarian warisan geologi dan budaya, sarana pendidikan, maupun pengembangan ekonomi berbasis pariwisata berkelanjutan. (ADV/TR/ARIE/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *