PASAR Ramadan di Masjid Agung Baitul Hikmah Tanjung Redeb, Kabupaten Berau kembali dibuka. Tahun ini, panitia menyediakan 35 tenda bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang akan mengisi pasar Ramadan 1446 Hijriah di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah.
Ketua Pengurus Masjid Agung Baitul Hikmah, Kafrawi, mengatakan bahwa 35 tenda ini akan digunakan oleh pelaku UMKM yang ingin berjualan takjil di halaman masjid selama bulan Ramadan.
“Kami menyiapkan 14 tenda tunggal dan 21 tenda gabungan untuk pedagang,” kata Kafrawi, Kamis (20/2/2025).
Jumlah tenda tahun ini berkurang dibanding tahun sebelumnya, yang mencapai 16 tenda tunggal, 42 tenda gabungan, dan tambahan 5 tenda dari Baznas Berau.
“Penurunan ini disebabkan adanya beberapa tenda yang mengalami kerusakan dan tidak bisa digunakan lagi,” jelasnya.
Meski demikian, antusiasme masyarakat yang ingin berjualan cukup tinggi, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, banyak pedagang yang sudah mendaftarkan diri sejak sebulan sebelum pasar Ramadan resmi dibuka.
“Saat ini jumlah pedagang yang mendaftar sudah mencapai 127 orang, termasuk 61 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggunakan rombong atau kendaraan sendiri,” ungkapnya.
Adapun tarif yang dikenakan untuk PKL sebesar Rp 400 ribu, tenda tunggal Rp 2,2 juta, dan tenda gabungan untuk dua orang sebesar Rp 1 juta per meja.
“Tarif tersebut berlaku selama bulan Ramadan dan sudah mencakup biaya operasional untuk Masjid Agung Baitul Hikmah,” ujarnya.
Para pedagang diperbolehkan berjualan mulai pukul 13.00 WITA hingga menjelang waktu Maghrib. Batas waktu tersebut ditetapkan agar aktivitas pasar tidak mengganggu pelaksanaan ibadah di masjid.
Pasar Ramadan di Masjid Agung Baitul Hikmah merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi dan kuliner selama bulan puasa di Berau. Sehingga, Kafrawi berharap pasar Ramadan tetap menjadi tempat favorit bagi masyarakat untuk mencari hidangan berbuka puasa serta mempererat silaturahmi.
“Kami sebenarnya sudah menutup pendaftaran, tetapi kalau ada yang masih ingin berjualan dan mendirikan tenda sendiri, tetap kami izinkan,” pungkasnya. (RIZAL)












