225 Titik Karhutla Selama September

Penanganan Karhutla oleh tim gabungan. (IST)

FENOMENA iklim El Niño Godzilla yang terjadi saat ini membuat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Berau terus siaga. Kepala Dinas Damkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan mengungkapkan, pihaknya saat ini berada dalam status siaga darurat seiring tren peningkatan bencana karhutla yang melanda wilayah Kabupaten Berau.

Berdasarkan data grafis darurat, lonjakan drastis terlihat pada puncak musim kering bulan September 2026 yang mencatatkan hingga 255 kejadian karhutla dalam sebulan. Angka ini melonjak jauh dibanding akumulasi periode Januari hingga Agustus 2026 yang mencatat 173 kejadian karhutla serta 51 kebakaran permukiman.

“Kapasitas daerah saat ini berada di ambang batas maksimal, mengingat ancaman diprediksi masih terus meningkat hingga November 2026 mendatang,” ujar Rakhmadi, Rabu (7/10/2026),

Kendati puncak kemarau bulan September telah terlewati dengan 255 kasus karhutla dan 3 kasus kebakaran permukiman, ancaman belum surut. Grafik prediksi menunjukkan potensi bahaya lanjutan untuk bulan Oktober dan November.

“Meskipun saat ini titik karhutla turun jumlahnya, tapi kami harus tetap siaga. Karena memang, mayoritas yang terbakar itu lahan gambut. Kita tidak tahu, apakah di dalam tanah itu benar-benar padam, atau masih membara,” ungkapnya.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, Dinas Damkarmat Berau mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar serta senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi titik api di lingkungan sekitar demi menekan risiko perluasan bencana.

“Jangan sampai Karhutla di Berau semakin menjadi. Perlu kesadaran masyarakat untuk masalah ini,” tandasnya. (SETIAWAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *