Puncak Arus Balik di Bandara Kalimarau Diprediksi Terjadi pada 28–29 Maret

PERGERAKAN penumpang arus balik Lebaran 1447 Hijriah di Bandara Kalimarau, Kabupaten Berau, masih terpantau landai. Meski belum menunjukkan lonjakan signifikan, pihak bandara mulai bersiaga mengantisipasi puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada 28-29 Maret 2026.

Kepala BLU UPBU Kalimarau, Patah Atabri mengatakan, tren pergerakan penumpang sempat mengalami peningkatan pada 24 Maret. Namun, kenaikan tersebut tidak berlanjut pada hari berikutnya, sehingga secara umum arus balik masih tergolong stabil.

“Arus balik sejauh ini ramai, tetapi masih terkendali. Peningkatan terlihat sejak tanggal 24, tapi belum mencapai puncaknya,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Berdasarkan data dari Bandara Kalimarau, pada 24 Maret jumlah penumpang yang berangkat tercatat sekira 1.200 orang, sementara kedatangan mencapai 1.149 penumpang. Adapun pada 25 Maret, total pergerakan penumpang, baik datang maupun berangkat, mencapai sekitar 1.497 orang.

Pergerakan penumpang saat ini masih didominasi rute Berau–Balikpapan yang menjadi jalur transit menuju sejumlah kota besar, seperti Surabaya dan Jakarta. Tingkat keterisian kursi (load factor) pada rute tersebut bahkan hampir penuh, mencapai 99 hingga 100 persen. Sementara itu, untuk rute tujuan Jakarta, tingkat keterisian berada di kisaran 90 hingga 95 persen, dengan jumlah penumpang 140-150 orang per hari.

“Arusnya masih cukup seimbang antara yang datang dan berangkat. Kebanyakan memang menuju Balikpapan, lalu melanjutkan perjalanan ke kota lain seperti Surabaya dan Jakarta,” jelasnya.

Menghadapi potensi lonjakan pada puncak arus balik, Patah mengaku pihaknya tetap mengoptimalkan operasional tanpa melakukan persiapan khusus yang signifikan. Penyesuaian dilakukan melalui penambahan jam operasional atas permintaan sejumlah maskapai.

“Ada beberapa maskapai yang mengajukan tambahan jam operasional untuk menyesuaikan rotasi pesawat,” ungkapnya.

Dari sisi fasilitas, kapasitas ruang tunggu dinilai masih mencukupi untuk menampung penumpang, sehingga tidak terjadi penumpukan di dalam terminal. (MAULIDIA AZWINI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *