Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara 2026 hanya tersisa lebih sebulan. Proyek-proyek pembangunan yang hingga saat ini masih berprogres, pun diminta segera diselesaikan.
“Harus diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan,” kata Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala, di sela-sela lakukan monitoring dan evaluasi terhadap sejumlah proyek pembangunan di Kabupaten Nunukan, dikutip dari laman Pemprov Kaltara, Kamis (5/11/2026).
Dari hasil monitoring, Ingkong mendapat informasi pembangunan gudang kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta gudang senjata api (Senpi), masih sekira 52 persen.
“Kami sudah berdiskusi dengan pelaksana dan kontraktor. Material juga sudah siap, sehingga kami berharap pekerjaan bisa diselesaikan sampai Desember sesuai target,” ujarnya.
Sementara itu, pembangunan Jalan Coastal Road Nunukan yang menghubungkan Lanal, Sedadap, Pelabuhan Sei Jepun hingga Mansapa, yang dibangun menggunakan APBD Kaltara, menurutnya, ada sedikit kendala pada ketersediaan BBM.
“Pengaspalan yang kita tinjau sepanjang satu kilometer. Cuaca cukup mendukung, hanya ketersediaan BBM yang perlu diperhatikan, terutama untuk alat pembakar aspal dan operasional alat berat. Namun, pelaksana meyakinkan bahwa pekerjaan dapat diselesaikan,” ungkapnya.
Ingkong juga meminta perangkat daerah teknis terus melakukan pemantauan dan pengawasan, agar pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan.
Menurutnya, sisa waktu hingga akhir tahun harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mengejar progres pembangunan.
“Memasuki awal November, masih ada waktu sekitar satu setengah bulan. Saya berharap perangkat daerah teknis terus memantau pekerjaan, agar target dan progres yang masih tertinggal bisa segera diselesaikan,” tegasnya.
Ingkong juga menyempatkan diri meninjau ke SMA Negeri 3 Nunukan. Untuk melihat progres pembangunan di sekolah tersebut.
Ia meminta kebutuhan tambahan ruang kelas dan fasilitas pendukung sekolah dapat segera ditindaklanjuti.
Berdasarkan laporan pihak sekolah, masih dibutuhkan empat ruang kelas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Kita melihat hasil pembangunan yang sudah ada sangat bagus. Namun, masih ada kebutuhan empat ruang kelas. Pihak sekolah juga sudah mengusulkan melalui dinas terkait. Mudah-mudahan kita bisa membantu, minimal dua ruangan terlebih dahulu,” ujar Ingkong.
Selain ruang kelas, Ingkong juga menyoroti kondisi halaman sekolah yang dinilai perlu mendapat perhatian. Menurutnya, halaman sekolah tidak hanya menjadi fasilitas pendukung aktivitas pendidikan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi dan bakat siswa, khususnya di bidang olahraga.
Untuk menindaklanjuti kebutuhan tersebut, ia meminta pihak sekolah bersama konsultan pembangunan melengkapi usulan dengan rencana anggaran biaya (RAB).
Dokumen ini nantinya menjadi dasar bagi perangkat daerah teknis untuk melakukan evaluasi dan pengecekan langsung di lapangan.
Ingkong turut meninjau akses jalan menuju sekolah yang dinilai perlu ditata, agar mobilitas para siswa, guru, dan warga lebih mudah.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Nunukan dapat ikut berkoordinasi sehingga penanganan akses jalan tersebut bisa diupayakan pada tahun mendatang.
Sementara itu, kebutuhan perbaikan halaman sekolah melalui pekerjaan cor atau rigid beton juga diminta untuk dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU), guna melihat kemungkinan dukungan anggaran sesuai kemampuan keuangan daerah. (fen)












