Kerugian Ditaksir Mencapai Rp 1,3 Miliar, Pasar Sanggam Adji Dilayas Berau Diamuk Si Jago Merah

Puluhan bangunan ludes terbakar di Pasar Sanggam Adji Dilayas. (IST/Polres Berau)

MUSIBAH kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD), Jalan H.A.R.M. Ayoeb, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, pada Rabu (4/11/2026) malam. Peristiwa nahas yang terjadi secara mendadak tersebut menghanguskan puluhan tempat usaha serta permukiman warga di sekitarnya.

Kasi Humas Polres Berau, AKP Suradi mengatakan, pendataan awal sebanyak 33 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian akibat amukan si jago merah. Kobaran api yang membumbung tinggi dengan cepat merembet bangunan di sekita titik api, lantaran mayoritas material bangunan di lokasi tersebut terbuat dari bahan kayu yang mudah terbakar.

Pihaknya menduga kuat insiden ini dipicu oleh adanya gangguan pada jaringan arus pendek listrik atau korsleting. Dugaan ini menguat setelah muncul percikan api dari salah satu bangunan tak lama pasca-pemadaman aliran listrik setempat di kawasan tersebut.

Ia mengonfirmasi bahwa berdasarkan penanganan di lokasi serta inventarisasi sementara bersama tim gabungan, estimasi total kerugian material akibat musibah ini mencapai angka fantastis.

“Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal serta pendataan bangunan yang ludes terbakar, total kerugian material diperkirakan mencapai Rp 1,3 miliar,” ujarnya, Kamis (5/11/2026).

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Berau bersama personel gabungan TNI-Polri dan relawan masyarakat berjibaku menyemprotkan air guna melokalisasi kobaran api agar tidak merambat lebih jauh ke area inti pasar. Setelah bekerja keras selama kurang lebih satu jam di tengah kepulan asap pekat, api akhirnya berhasil dikuasai penuh dan dilanjutkan dengan proses pendinginan.

Meski menghancurkan puluhan tempat usaha pedagang dan tempat tinggal warga, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Saat ini lokasi sudah disterilkan dan dipasang garis polisi guna penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kemunculan titik api,” tambahnya.

Saat ini, para korban terdampak kebakaran yang terdiri dari 33 KK sangat membutuhkan bantuan darurat berupa makanan siap saji, pakaian, tempat penampungan sementara, serta posko bantuan kesehatan. Pemerintah Kabupaten Berau bersama dinas terkait kini tengah menyiapkan langkah penanganan pascabencana untuk membantu meringankan beban para korban. (SETIAWAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *