PEMERINTAH Kabupaten Berau meningkatkan kewaspadaan terhadap tingginya penyebaran Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Wakil Bupati Berau, Gamalis mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan langsung dari sejumlah pimpinan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang dikunjunginya, kelompok usia balita dan Lanjut Usia (Lansia) mendominasi daftar pasien yang menderita gangguan kesehatan tersebut.
Pernyataan ini disampaikan menyusul serangkaian inspeksi mendadak serta kunjungan kerja yang dilakukan oleh Wakil Bupati ke berbagai fasilitas kesehatan tingkat pertama di wilayah Kabupaten Berau.
Dari hasil dialog intensif dengan para tenaga medis dan kepala puskesmas, ditemukan tren kenaikan kunjungan pasien dengan keluhan batuk, pilek, hingga sesak napas yang mengarah pada diagnosis ISPA, di mana mayoritas pasien berasal dari dua kelompok usia rentan tersebut.
“Berdasarkan informasi yang saya terima langsung dari pimpinan Puskesmas saat melakukan peninjauan di lapangan, kasus ISPA yang paling banyak mendominasi saat ini memang terjadi pada anak-anak usia balita serta saudara-saudara kita yang sudah masuk kategori lansia,” ujar Gamalis.
Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau telah menginstruksikan seluruh jajaran fasilitas kesehatan, mulai dari posyandu, pustu, hingga puskesmas induk, untuk memperkuat langkah-langkah preventif dan edukatif.
Tenaga kesehatan diminta untuk aktif turun ke masyarakat memberikan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta segera membawa anggota keluarga yang menunjukkan gejala awal ISPA ke fasilitas kesehatan terdekat.
Selain itu, pihak puskesmas juga diimbau untuk memastikan ketersediaan stok obat-obatan serta oksigen yang memadai guna mengantisipasi lonjakan pasien sewaktu-waktu.
Pemerintah daerah menekankan agar penanganan terhadap balita dan lansia yang terserang ISPA harus mendapatkan prioritas agar tidak berlanjut menjadi komplikasi yang lebih berat seperti pneumonia.
Pemerintah Kabupaten Berau berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kasus ISPA ini secara berkala dan siap mengambil kebijakan lanjutan apabila tren penyebaran di tengah masyarakat menunjukkan eskalasi yang lebih tinggi.
“Kami terus memantau perkembangan kasus ISPA ini, kalau bisa angka tersebut kita tekan. Jangan sampai terlampau meroket,” tandasnya. (ADV/SETIAWAN)












