Komandan Distrik Militer (Dandim) 0903/Bulungan, Kolonel Inf Dhuwi Hendradjaja meminta penggunaan teknologi drone termal dimaksimalkan, untuk memantau kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Apalagi berdasarkan pemantauan satelit NASA-NOAA20 dan NASA-SNPP per 5 September 2026, terdeteksi 14 titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang (medium) di Kabupaten Bulungan.
Pemantauan menggunakan drone termal tersebut disebut merupakan salah satu perusahaan di Kawasan Industri Tanah Kuning-Mangkupadi, Bulungan.
“Drone dapat dioperasikan pada malam hari dan menjelang pagi,” kata Dhuwi, dikutip dari Antara, Minggu (6/9/2026).
Pentingnya penguatan patroli, lanjut Dhuwi, menyusul adanya indikasi pembakaran yang diduga dilakukan secara sengaja.
“Kita terus berupaya mencegah karhutla meluas, khususnya di wilayah Tanjung Palas Timur yang menjadi salah satu kawasan rawan,” ujarnya.
Dhuwi juga menekankan kepada personel yang berada di pos siaga harus tetap mengedepankan keselamatan saat melakukan patroli dan penanganan di lapangan.
“Utamakan faktor keamanan dan jaga kesehatan dengan istirahat yang cukup. Pukul 22.00 sudah harus istirahat atau tidur,” ujarnya. (fen)












