Lindungi Kesehatan Masyarakat, Pelayanan Posyandu Dialihkan ke Puskesmas

Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Dok.Disway Kaltim)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Berau mengambil langkah tegas menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah Bumi Batiwakkal.  Secara resmi, pemkab memutuskan untuk meniadakan sementara seluruh kegiatan pelayanan di Posyandu guna melindungi kelompok rentan, terutama bayi, balita, dan lansia, dari paparan polusi udara yang berbahaya.

Kebijakan darurat ini ditegaskan langsung oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat melakukan peninjauan dan inspeksi mendadak ke sejumlah fasilitas kesehatan beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan bahwa peniadaan aktivitas Posyandu di tengah masyarakat terpaksa dilakukan karena kondisi udara yang tidak sehat dinilai berisiko tinggi terhadap kesehatan anak-anak dan warga lanjut usia yang sering kali menjadi kelompok paling rentan terserang gangguan pernapasan.

“Posyandu kita tiadakan dulu,” ujarnya.

Kendati pelayanan di tingkat Posyandu ditiadakan untuk sementara waktu, Gamalis memastikan bahwa hak masyarakat khususnya balita untuk mendapatkan akses kesehatan dasar seperti vaksinasi dan imunisasi tetap berjalan. Sebagai solusi cepat, Pemkab Berau menginstruksikan agar seluruh praktik vaksinasi dan imunisasi yang biasa dilakukan di Posyandu mengalami pergeseran lokasi pelayanan langsung ke Puskesmas terdekat.

“Kegiatan Posyandu untuk sementara kita tiadakan demi keselamatan bersama, mengingat kabut asap yang terjadi cukup berdampak. Sebagai gantinya, pelayanan seperti vaksinasi dan imunisasi kita geser pelaksanaannya langsung ke Puskesmas,” ujar Gamalis.

Langkah pergeseran ini diambil agar program pencegahan penyakit pada anak tidak terhenti total, sekaligus memastikan proses pelayanan kesehatan berada di bawah pengawasan langsung fasilitas medis yang memiliki fasilitas dan standar penanganan yang lebih memadai.

Dengan berpusat di Puskesmas, tenaga kesehatan juga dapat memantau kondisi pasien dengan lebih optimal, terutama di tengah lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang trennya terus merangkak naik akibat kabut asap.

Dirinya juga telah meminta para kader posyandu di lapangan untuk tetap berperan aktif melakukan pemantauan terhadap kondisi balita di wilayah bina masing-masing. Para kader diinstruksikan untuk segera mengarahkan warga agar mendatangi fasilitas kesehatan resmi apabila mendapati anak atau anggota keluarga lansia yang menunjukkan gejala awal gangguan pernapasan. Kebijakan penyesuaian layanan ini akan terus dievaluasi secara berkala sambil menunggu perkembangan kualitas udara dan kondisi cuaca di Kabupaten Berau kembali normal.

“Ini berlaku hingga waktu yang belum ditentukan. Kalau asap sudah berkurang, nanti akan dievaluasi kembali,” tandasnya. (ADV/SETIAWAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *