Distribusi air bersih ke wilayah Kilometer 2 Tanjung Selor, Bulungan, yang sempat terhenti lebih dari satu hari, menurut Direktur Perumd Air Minum Danum Benuanta, Eldiansyah, akibat gangguan pasokan listrik PLN.
“Memang layanan kami terganggu dari PLN. Sebelum kubikel itu terbakar, mereka (PLN) sebenarnya sudah mengetahui ada kejanggalan pada sistem, tetapi belum ditemukan titik masalahnya,” ujar Eldiansyah, Senin (29/6/2026).
Dikatakan, gangguan tersebut bermula pada Sabtu sore ketika sistem kelistrikan di kubikel PLN mengalami kendala. Petugas PLN, kata Eldiansyah, kemudian melakukan perbaikan secara bertahap hingga Minggu malam, dan baru menyelesaikan penggantian komponen pada Senin dini hari, sekitar pukul 02.00 Wita.
Selain proses perbaikan, pemulihan distribusi air juga dipengaruhi belum tersedianya sumber listrik cadangan di intake Seriang. Saat pasokan listrik terhenti, instalasi pengolahan air tidak dapat beroperasi sehingga produksi air ikut berhenti.
Eldiansyah menyampaikan, intake tersebut masih berada di bawah pengelolaan Balai Wilayah Sungai (BWS), sehingga PDAM belum dapat menyediakan genset sendiri sebagai sumber listrik cadangan di lokasi tersebut.
Setelah perbaikan kelistrikan selesai dilakukan, distribusi air mulai kembali mengalir sejak Senin pagi. Namun, pasokan ke pelanggan masih dilakukan secara bertahap hingga tekanan air di jaringan kembali stabil.
Sementara itu, warga Kilometer 2 Tanjung Selor, Martin, mengaku gangguan distribusi air tersebut cukup mengganggu aktivitas keluarganya. Selama air tidak mengalir, kebutuhan sehari-hari terpaksa disiasati dengan mengambil air dari tempat lain.
“Kami jadi kesulitan mencuci piring, baju, dan memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya karena air tidak mengalir,” kata Martin. (Muhammad Efendi)










