Berjibaku Cegah Karhutla Meluas, Brigdalkarhutla Perkuat Kesiapsiagaan, Polda Siapkan Personel

Pemadaman kebakaran lahan di wilayah Kalimantan Utara./IST

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Utara yang masih terjadi hingga akhir pekan lalu, berhasil dicegah Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla), agar tidak meluas.

Di Kelurahan Tanjung Selor Timur, Bulungan, misalnya, Brigdalkarhutla melakukan penanganan karhutla dari Jumat (14/8) sore hingga malam.

Selain itu, tim juga menangani kebakaran di kawasan Selimau yang diperkirakan mencapai 7 hektare, serta Desa Kapuak dengan luas lahan terbakar sekitar 1,2 hektare. Penyisiran dan pemadaman juga dilakukan di kawasan Km 2 dan Km 9.

Sebaran api yang sempat mengarah ke kawasan Km 12, pun berhasil dihentikan personel Brigdalkarhutla.

Sedangkan di Kota Tarakan, personel UPTD KPH Tarakan melakukan pemadaman di kawasan Binalatung, Kelurahan Pantai Amal. Luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 4 hektare.

“Dengan kondisi cuaca dan vegetasi yang kering seperti sekarang, risiko kebakaran sangat tinggi. Kami mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar,” kata Kepala Dishut Kaltara, Nur Laila, dikutip dari laman Diskominfo Kaltara, Minggu (16/8/2026).

Hal sama juga dilakukan personel Direktorat Samapta Polda Kalimantan Utara. Memasuki satu pekan penanganan karhutla di wilayah Kabupaten Bulungan, personel terus berjibaku di lapangan.

“Setiap hari personel Ditsamapta Polda Kaltara bersama Satbrimobda Polda Kaltara dan instansi terkait lainnya tetap bergerak dari satu titik ke titik lainnya,” kata Dirsamapta Polda Kaltara, Kombes Pol. Andreas Deddy Wijaya, dikutip pada Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, api yang kembali muncul, medan yang sulit dijangkau, hingga luasnya area yang terbakar menjadi tantangan yang harus dihadapi, demi mencegah kebakaran semakin meluas.

Pada Sabtu (15/8/2026) lalu, misalnya, kata Andreas, upaya penanganan kembali dilakukan di dua lokasi. Yakni di Jalan Selimau 3, Kecamatan Tanjung Selor, karena titik api kembali ditemukan pada area yang sebelumnya telah dilakukan pemadaman.

“Beratnya medan membuat kendaraan tidak dapat menjangkau titik api. Personel harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 2 kilometer sambil membawa peralatan pemadaman secara manual,” ungkapnya.

Tidak berhenti di sana, penanganan juga dilakukan di sekitar Jalan Komjen Dr. H.M. Jasin. Kebakaran lahan dengan luas sekitar 1,5 hektare kembali menjadi sasaran respons cepat personel.

Sebanyak 40 personel Ditsamapta  dan 10 personel Satbrimobda dikerahkan. Kendaraan Karhutla, AWC, pompa pemadam, selang, nozzle, serta berbagai peralatan pendukung terus dioptimalkan untuk mengendalikan api dan melakukan pendinginan.

“Namun, perjuangan ini bukan hanya tentang memadamkan api,” imbuhnya.

“Di balik setiap langkah yang ditempuh, ada upaya untuk melindungi masyarakat. Di balik setiap tetes keringat, ada kepedulian terhadap lingkungan. Dan, di balik panasnya api yang terus digempur, ada semangat pengabdian yang tidak boleh padam,” tambah Andreas.

Lanjutnya, selama sepekan, personel terus bertahan. Ketika titik api kembali muncul, mereka kembali bergerak. Ketika medan pun semakin berat, mereka tetap melangkah. “Ketika panas dan asap menguras tenaga, mereka tetap berada di garis depan,” ujarnya.

Ia pun menegaskan Polda Kaltara bersama instansi terkait lainnya tetap berdiri di depan, memastikan setiap potensi ancaman karhutla dapat segera dikendalikan, dan tidak meluas hingga mengancam masyarakat maupun lingkungan.

“Karena bagi Polri, ini bukan sekadar tugas. Ini adalah pengabdian,” tegasnya. (fen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *