Investor Tertarik Bangun Jalur Kereta Api yang Menghubungkan Kalimantan Utara (kaltara) dengan Ibu Kota Nusantara (IKN)

Investor siap mendanai jalur kereta api Kaltara-Kaltim.

Wacana pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Kalimantan Utara (kaltara) dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim menarik minat investor dalam negeri.

Pemerintah Provinsi Kaltara menargetkan kerja sama dengan investor dapat ditindaklanjuti melalui penandatanganan nota kesepahaman pada 2026 ini.

Keinginan investor menggarap jalur kereta api, itu diungkap Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, usai dirinya bertemu investor di Jakarta, pekan lalu.

Zainal menyebut, investor tersebut siap mendanai proyek yang diperkirakan menelan dana Rp 25 triliun itu.

“Rencana investor untuk membangun jaringan kereta api di Kaltara berjalan lancar. Kami berharap ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Zainal.

Jalur kereta api tersebut dirancang untuk mengangkut barang dan penumpang jarak jauh, sebagai alternatif transportasi yang lebih efisien.

Perbandingan waktu tempuh menjadi salah satu pertimbangan utama. Angkutan truk diperkirakan membutuhkan waktu 18 hingga 36 jam ke wilayah Kaltim, sementara kereta api hanya sekitar 10 hingga 20 jam untuk rute serupa.

Perencanaan proyek ini sebenarnya telah dimulai sejak 2015 silam, melalui penyusunan studi kelayakan dan masterplan jalur kereta api, khususnya untuk rute Tanjung Selor–Tanah Kuning–Tanjung Batu (Berau).

Seiring pembangunan IKN, rencana tersebut kemudian disesuaikan, agar terhubung langsung dengan kawasan IKN.

Namun, kata Kepala Dinas Perhubungan Kaltara, Idham Chalid, tahap awal pembangunan tetap akan difokuskan pada jalur Tanjung Selor–Tanah Kuning–Mangkupadi.

“Pelaksanaan proyek akan dilakukan secara bertahap sesuai ketentuan, termasuk melalui studi kelayakan lanjutan,” ujarnya.

Ia menyebut, skema angkutan masih dalam kajian, apakah lebih difokuskan untuk penumpang atau barang.

Jika difokuskan pada angkutan barang, komoditas seperti kelapa sawit dan hasil industri diperkirakan menjadi muatan utama.

Ke depan, jalur kereta api ini juga diharapkan mendukung pengembangan kawasan industri Tanah Kuning–Mangkupadi. (Muhammad Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *