Kawasan 3T Bakal Dikucur Rp200 M, Legislatif Rekomendasikan Bangun Akses Nunukan-KTT

RDP DPRD Kaltara dengan Tim Swadaya Percepatan Pembangunan Desa Atap, Selasa (28/7/2026).///muhammad efendi/disway kaltim

DPRD Kalimantan Utara merekomendasikan sebagian alokasi APBN sebesar Rp200 miliar yang disiapkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), diarahkan untuk pembangunan jalan poros yang menghubungkan Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, dengan Kabupaten Tana Tidung (KTT).

Wakil Ketua II DPRD Kaltara, Muddain, mengatakan usulan itu merupakan tindak lanjut hasil audiensi DPRD bersama Pemerintah Provinsi Kaltara di Kementerian PU.

“Dari hasil audiensi tersebut disampaikan ada alokasi anggaran sekitar Rp200 miliar untuk kawasan 3T di Kalimantan Utara pada 2027. Melalui RDP ini kami merekomendasikan agar salah satu prioritasnya dialokasikan untuk pembangunan jalan Desa Atap menuju KTT,” ujar Muddain usai RDP Tim Swadaya Percepatan Pembangunan Desa Atap, Selasa (28/7/2026).

Ia menyampaikan, rekomendasi tersebut akan diteruskan melalui Dinas PUPR Provinsi Kaltara kepada Kementerian PU sebagai bahan pertimbangan dalam penetapan program pembangunan tahun depan.

Sementara itu, Ketua Tim Swadaya Percepatan Pembangunan Desa Atap, Samsun S. Abjiah, mengatakan pembangunan jalan tersebut telah lama menjadi harapan masyarakat.

“Kami sudah menunjukkan keseriusan dengan melakukan swadaya membuka badan jalan. Harapan kami pemerintah dapat segera menindaklanjutinya, meski tahap awal dilakukan secara bertahap,” ujar Samsun.

Ia menjelaskan, akses jalan tersebut dinilai sangat penting, karena akan memangkas waktu tempuh dari Kecamatan Sembakung menuju ibu kota provinsi yang selama ini mencapai sekitar sembilan hingga sepuluh jam, menjadi sekitar empat sampai lima jam.

Menurut Samsun, keberadaan jalan juga akan mempermudah masyarakat memperoleh layanan kesehatan, mempercepat distribusi barang, sekaligus menjadi salah satu solusi mengurangi dampak banjir yang kerap melanda wilayah Sembakung.

“Kami berharap pembangunan jalan ini segera terealisasi, karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, pelayanan kesehatan maupun konektivitas antarwilayah,” pungkasnya. (Muhammad Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *