Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan belum memprioritaskan pembangunan kembali gedung utama kantor bupati yang terbakar beberapa waktu lalu.
Keterbatasan fiskal menjadi alasan utama. Karena itu, Pemkab Bulungan memilih mengarahkan anggaran untuk program yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat.
Bupati Bulungan, Syarwani, pun mengatakan hingga saat ini belum ada keputusan untuk membangun kembali gedung utama tersebut.
“Masih banyak kebutuhan publik yang harus kita dahulukan, terutama yang berkaitan dengan pelayanan dasar masyarakat. Anggaran daerah harus digunakan secara bijak sesuai skala prioritas,” ujar Syarwani, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah daerah juga belum dapat menentukan bentuk pembangunan yang akan dilakukan. Sebelum mengambil keputusan, akan dilakukan kajian teknis untuk mengetahui kondisi struktur bangunan pascakebakaran.
“Apakah cukup direnovasi atau memang harus dibangun ulang. Setelah itu, baru dihitung kebutuhan anggarannya, agar sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” ungkapnya.
Meski gedung utama belum dapat difungsikan, aktivitas pemerintahan dipastikan tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Ia menyampaikan, untuk sementara pihaknya berkantor secara bergantian di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Seperti Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), maupun di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Bulungan.
“Dengan berkantor berpindah-pindah seperti ini, saya bisa lebih dekat dengan perangkat daerah. Komunikasi menjadi lebih intens sehingga berbagai persoalan bisa lebih cepat dibahas dan diselesaikan,” katanya.
Ia juga memastikan kondisi tersebut tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Seluruh perangkat daerah diminta tetap memberikan pelayanan secara optimal sembari menunggu keputusan terkait rencana pembangunan kembali gedung utama Kantor Bupati Bulungan. (Muhammad Efendi)












