Bupati Bulungan, Syarwani, mendorong seluruh kepala desa mengoptimalkan potensi unggulan di wilayah masing-masing melalui program One Village One Product (OVOP).
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan desa sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Di dalam visi Kabupaten Bulungan ada program One Village One Product. Tentu itu adanya di desa-desa. Kita ingin kepala desa lebih mengoptimalkan potensi yang dimiliki masing-masing,” ujar Syarwani, usai pembukaan retret kepala desa se-Kabupaten Bulungan, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, setiap desa memiliki potensi dan karakteristik yang berbeda sehingga pengembangannya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Di Koridor Barat, misalnya, Pemkab Bulungan mendorong penguatan sektor pangan dan perkebunan, termasuk pengembangan kawasan cepat tumbuh yang melibatkan 10 desa di Kecamatan Peso.
Sementara itu, wilayah Koridor Timur yang meliputi Kecamatan Bunyu, Tanjung Palas Timur, dan Tanjung Palas Tengah, diarahkan pada pengembangan sektor perikanan sebagai produk unggulan desa.
Saat ini, diakui Syarwani sejumlah produk unggulan desa mulai menunjukkan perkembangan. Salah satunya produk cokelat yang telah dikurasi dan dipasarkan secara nasional.
“Produk cokelat sudah kita luncurkan dan dipasarkan. Total ada sekitar 70 produk yang telah dikurasi di Sarinah,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pimping, Alan Bilung, mengaku desa yang ia pimpin memiliki potensi budaya, yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisatawan.
“Desa Pimping dikenal sebagai desa budaya yang sudah ditetapkan sejak 2023. Kami memiliki budaya meja panjang yang setiap tahun kami laksanakan, kemudian berbagai kesenian daerah juga terus kami lestarikan,” katanya. (Muhammad Efendi)












