Warga Tanjung Selor dan kecamatan lainnya waspada terhadap potensi banjir susulan akibat meluapnya Sungai Kayan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan, Rafidin, mengatakan kondisi wilayah hilir seperti Tanjung Selor masih berpotensi dilanda banjir.
“Walaupun di wilayah hulu debit air mulai turun, daerah hilir masih harus waspada. Karena kiriman air masih bergerak ke bawah,” ujar Rafidin, Rabu (20/5/2026).
Berdasarkan laporan petugas di Long Bia, Kecamatan Peso yang diterima pihaknya, tinggi muka air pada Selasa (19/5/2026) malam, sempat mencapai sekitar 6,30 meter, sebelum mulai menunjukkan penurunan pada Rabu pagi.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap siaga mengantisipasi kemungkinan banjir kembali meningkat dalam beberapa hari ke depan.
“Air memang mulai turun dalam dua sampai tiga hari terakhir, tetapi masyarakat tetap harus waspada terhadap potensi banjir susulan,” katanya.
Rafidin juga mengungkapkan, BPBD bersama pihak kecamatan dan aparat di wilayah terdampak banjir, saat ini masih terus memantau perkembangan debit Sungai Kayan, terutama di daerah yang berada di bantaran sungai.
Warga juga diminta menyiapkan langkah evakuasi lebih awal apabila kondisi air kembali meningkat, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir.
“Kami mengimbau warga menyiapkan tempat aman dan segera melakukan evakuasi apabila debit air kembali naik,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang warga Teras Baru, Roy, mengaku banjir yang terjadi sejak beberapa hari terakhir membuat aktivitas masyarakat terganggu. Air di sekitar rumahnya bahkan sekitar 50 sentimater.
“Kalau air naik lagi tentu kami khawatir. Sekarang saja aktivitas sudah terganggu,” kata Roy.
Kondisi serupa juga dirasakan Jamroni, pedagang di Jalan Tendean. Genangan air yang masih menutup sebagian akses jalan membuat aktivitas jual beli mengalami penurunan.
“Pembeli jadi sepi, karena jalan masih tergenang. Kami berharap air cepat surut,” ujarnya. (Muhammad Efendi)












