Pemerintah Kabupaten Bulungan akan membangun tiga rumah adat di kawasan Kebun Raya Bundayati Tanjung Selor pada tahun ini.
Bupati Bulungan, Syarwani, mengatakan tiga rumah adat yang akan dibangun mewakili tiga suku asli Bumi Tenguyun. Yakni Tidung, Bulungan, dan Dayak.
Menurut Syarwani, keberadaan fasilitas budaya di kawasan kebun raya juga diarahkan untuk mendukung aktivitas edukasi yang mulai rutin dilakukan di lokasi tersebut.
Ia menyebut, kunjungan pelajar dan mahasiswa dalam bentuk study camp maupun kegiatan literasi mulai sering digelar di kawasan kebun raya dalam beberapa waktu terakhir.
“Sentuhan budaya ini nantinya menjadi sarana edukasi juga bagi pengunjung, terutama anak-anak sekolah,” kata Syarwani, Selasa (19/5/2026).
Pemerintah Kabupaten Bulungan mencatat, rata-rata kunjungan di Kebun Raya Bundayati mencapai sekitar 300 hingga 400 orang per hari.
Jumlah tersebut disebut meningkat saat akhir pekan maupun hari libur nasional, ketika aktivitas masyarakat di ruang terbuka publik lebih ramai dibanding hari biasa.
Tingginya kunjungan masyarakat tersebut, diakui Syarwani menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah untuk terus menambah fasilitas penunjang.
Selain pembangunan rumah adat, sejumlah fasilitas yang saat ini telah tersedia di antaranya area pejalan kaki, taman edukasi, ampiteater, danau, serta kawasan pameran yang digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat.
Ia mengatakan, hingga saat ini pemerintah daerah juga belum memberlakukan tarif masuk bagi pengunjung yang datang ke Kebun Raya Bundayati.
“Perlu kami sampaikan bahwa kebun raya ini milik masyarakat Kabupaten Bulungan, sehingga harapannya dapat dijaga bersama,” pesannya.
Diketahui, Kebun Raya Bundayati memiliki luas sekitar 86 hektare, dan berada di pusat Kota Tanjung Selor.
Pemerintah daerah secara bertahap terus melengkapi fasilitas kawasan untuk mendukung fungsi kebun raya sebagai ruang terbuka publik dan sarana aktivitas masyarakat.
Dengan tambahan rumah adat tersebut, pemerintah daerah berharap kawasan Kebun Raya Bundayati dapat berkembang tidak hanya sebagai lokasi rekreasi, tetapi juga ruang pengenalan budaya lokal di Kabupaten Bulungan.(Muhammad Efendi)












