Peduli Korban Bencana Kebakaran, PT Berau Coal Salurkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di 2 Lokasi

Penyerahan bantuan kepada korban kebakaran. (IST/PT Berau Coal)

MUSIBAH kebakaran melanda dua wilayah di Kabupaten Berau dalam sepekan terakhir. Peristiwa pertama terjadi di Jalan Dermaga, Gang Merah Putih RT 6, Kelurahan Karang Ambun, Kecamatan Tanjung Redeb, yang menghanguskan satu unit rumah tunggal dan empat unit bangsal pada 21 April lalu. Kebakaran juga terjadi di Jalan M. Iswahyudi RT 3, Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Sabtu (25/4/2026), yang mengakibatkan enam bangunan terdampak.

Community Based Development Manager PT Berau Coal Reza Hermawan, menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga. PT Berau Coal menyalurkan bantuan sembako kepada para korban di dua lokasi tersebut, ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban para korban.

“Semoga bantuan yang kami salurkan dapat membantu para korban. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan dukungan untuk saudara kita,” ujarnya.

Lurah Karang Ambun, Muliana, mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh perusahaan kepada warganya karena sangat bermanfaat bagi para korban. Menurutnya, kepedulian PT Berau Coal sangat luar biasa, meski Kelurahan Karang Ambun bukan wilayah lingkr tambang. Ia juga menambahkan, pihaknya terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah cuaca panas.

“Masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati, termasuk tidak menggunakan instalasi listrik yang sudah tidak layak pakai,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu korban kebakaran di Kelurahan Karang Ambun menceritakan kronologi kejadian. Ia mengaku menerima telepon dari anaknya pada Selasa sore yang mengabarkan adanya kebakaran di rumah sebelah

“Saat saya kembali dari mushola, api sudah besar,” ujarnya.

Berdasarkan informasi warga, sumber api diduga berasal dari rumah milik seorang tetangganya. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

“Kobaran api yang cepat membesar dan kami tidak sempat untuk mengamankan barang barang kami” pungkasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *