Buruh Dirikan Posko Aspirasi Untuk Menyambut Hari Buruh atau May Day di Tanjung Selor

Posko aspirasi yang didirikan di Tanjung Selor untuk menyambut peringatan May Day.-muhammad efendi/disway kaltim

Ada yang beda dalam menyambut Hari Buruh atau May Day di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Sejak 25 April lalu, Partai Buruh mendirikan posko untuk menampung aspirasi yang akan disampaikan pada 1 Mei mendatang.

Menurut Ketua Exco Partai Buruh Kalimantan Utara, Joko Supriyadi, pendirian posko itu pun mendapat respons dari masyarakat. Sejak dibuka, sekitar 30 hingga 40 warga, mulai dari buruh, sopir truk, hingga petani datang menyampaikan keluhan.

“Posko ini kami siapkan untuk menampung aspirasi sekaligus konsolidasi menjelang May Day, sehingga apa yang disampaikan masyarakat bisa langsung kami bawa dalam aksi nanti,” ujar Joko, Selasa (28/4/2026).

Sejumlah persoalan yang mencuat di antaranya terkait penutupan aktivitas galian C, yang berdampak pada sopir truk, serta keluhan petugas kebersihan atas sistem outsourcing yang dinilai memotong penghasilan mereka.

Ia menyebut, aspirasi yang masuk tidak hanya berasal dari pekerja formal, tetapi juga masyarakat pesisir dan petani yang menghadapi persoalan lahan, serta keterbatasan akses pendukung usaha.

“Banyak yang datang dari kalangan masyarakat kecil, mereka berharap ada perubahan kebijakan yang lebih berpihak, termasuk soal pekerjaan dan pengelolaan sumber daya,” ungkapnya.

Selain menampung aspirasi, kelompok buruh juga menyiapkan sejumlah tuntutan yang akan disuarakan pada peringatan May Day.

Tuntutan tersebut mencakup pembentukan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Kalimantan Utara, penagihan komitmen pemerintah daerah terhadap buruh, perlindungan lahan masyarakat, serta prioritas tenaga kerja lokal.

“Ada beberapa tuntutan utama yang akan kami dorong, agar bisa ditindaklanjuti, termasuk pembentukan PHI dan penyelesaian persoalan ketenagakerjaan yang selama ini berlarut,” kata Joko.

Aksi May Day rencananya akan diisi dengan penyampaian aspirasi secara terbuka serta upaya mendorong pertemuan antara perwakilan buruh dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

Ia mengatakan, pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan komitmen konkret terhadap sejumlah persoalan yang telah disampaikan melalui posko.

“Kalau tidak ada respons atau kejelasan, kami akan lanjutkan dengan aksi berikutnya setelah May Day,” tegasnya. (Muhammad Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *