KABUPATEN Berau berada pada urutan nomor empat sebaran hotspot terbanyak di Kalimantan Timur, dengan jumlah titik panas 175 titik. Posisi tersebut tepat berada dibawah Kabupaten Kutai Timur dengan 206 titik. Kemudian, Kabupaten Paser 208 titik dan puncak klasemen titik panas terbanyak adalah Kabupaten Kutai Kartanegara dengan 258 titik panas.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau, Ade Heryadi, mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menyamakan titik panas dengan kejadian kebakaran di lapangan. Sebab, kemunculan hotspot tidak otomatis berarti adanya titik api atau hotfire.
“Hotspot adalah indikator suhu permukaan bumi yang relatif lebih tinggi (panas) dibandingkan dengan area di sekitarnya pada waktu tertentu, yang dideteksi oleh satelit penginderaan jauh,” jelas Ade Heryadi, Kamis (1/10/2026).
Menurut Ade, tingginya anomali suhu yang tertangkap oleh sensor satelit sangat dipengaruhi oleh kondisi meteorologis, seperti paparan radiasi matahari yang kuat di tengah periode kemarau. Kondisi ini membuat permukaan tanah atau vegetasi di wilayah tertentu lebih cepat menyerap panas dibandingkan area sekitarnya.
Kendati demikian, bukan berarti data pantauan satelit tersebut bisa diabaikan begitu saja. BMKG mengingatkan bahwa tingkat akurasi dan potensi ancaman dari setiap titik panas dapat dilihat melalui kategori tingkat kepercayaannya (confidence level). Bagi hotspot yang berada pada level kepercayaan kategori tinggi, Ade menegaskan bahwa titik tersebut sangat berpotensi atau bahkan hampir dipastikan sebagai titik api atau kebakaran aktif. Oleh karena itu, langkah verifikasi lapangan atau ground check sangat direkomendasikan guna memastikan kondisi riil di koordinat terkait. (SETIAWAN)












