Jangan Hanya Beri Harapan 

Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Azwini/Disway Kaltim)

WACANA pembangunan jaringan Kereta Api Trans Kalimantan kembali mencuat sebagai salah satu proyek strategis yang digadang-gadang mampu memperkuat konektivitas antar wilayah di Pulau Kalimantan.

Jalur rel sepanjang 2.772 kilometer itu direncanakan akan menghubungkan wilayah utara, timur, selatan, tengah hingga barat Kalimantan guna menekan biaya logistik serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. Meski memiliki potensi besar, hingga kini pemerintah belum menetapkan target pasti pembangunan proyek strategis tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Berau, Gamalis mengingatkan, rencana pembangunan kereta api di Kalimantan tidak kembali menjadi wacana panjang tanpa kepastian realisasi. Menurut Gamalis, pembahasan terkait jaringan rel kereta api di Kalimantan sejatinya sudah berlangsung sejak lama, bahkan sejak era kepemimpinan mantan Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak.

“Bahkan waktu itu sudah menyekolahkan anak-anak Kalimantan Timur ke Rusia untuk belajar bidang perkeretaapian,” ujar Gamalis, Minggu (10/5/2026).

Gamalis juga mengaku pernah terlibat langsung dalam agenda pembahasan proyek tersebut. Ia turut hadir dalam kunjungan ke Moskow ketika Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melakukan komunikasi dengan pihak Rusia terkait kerja sama pembangunan jaringan rel kereta api di Indonesia.

“Saya termasuk salah satu orang yang waktu di DPRD kemarin hadir di Moskow dalam rangka memberikan kepastian. Jadi waktu itu ada komunikasi dengan pihak Rusia terkait perkeretaapian di Indonesia,” katanya.

Menurutnya, dengan berbagai persiapan yang pernah dilakukan, termasuk pengiriman pelajar ke Rusia, proyek tersebut seharusnya sudah dapat bergerak ke tahap pembangunan. Namun hingga kini, realisasi proyek belum juga terlihat. Gamalis menduga terdapat sejumlah pertimbangan, termasuk dari sisi investasi dan keuntungan ekonomi, yang membuat proyek tersebut belum berjalan.

“Tidak apa-apa kalau memang harus ada kajian lagi. Tapi mudah-mudahan kajian itu tidak lalu memberikan harapan-harapan saja kepada masyarakat Kalimantan Timur,” pungkasnya. (ADV/AZWINI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *