KASUS kebakaran di Kabupaten Berau masih menjadi ancaman serius sepanjang awal 2026. Dalam kurun Januari hingga April, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau mencatat sedikitnya 25 peristiwa kebakaran terjadi di berbagai wilayah, dengan mayoritas insiden melanda rumah dan kawasan permukiman warga.
Tingginya angka kebakaran rumah itu membuat Disdamkarmat meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi korsleting listrik di tengah intensitas cuaca panas yang disebut masih menjadi pemicu utama.
Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengungkapkan lonjakan kejadian paling tinggi terjadi pada Januari 2026. Dalam satu bulan saja, petugas harus menangani 11 kasus kebakaran.
“Sebagian besar merupakan kebakaran pemukiman. Selain itu ada kebakaran kendaraan roda empat dan juga kebakaran lahan,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Dari total kejadian pada Januari tersebut, terdapat tujuh di antaranya merupakan kebakaran rumah warga, tiga kebakaran lahan, serta satu kasus mobil terbakar.
Setelah Januari, jumlah kejadian sempat mengalami penurunan cukup drastis. Pada Februari dan Maret, Disdamkar masing-masing hanya menerima tiga laporan kebakaran. Meski sempat menurun, kondisi itu tidak berlangsung lama. Memasuki April, angka kebakaran kembali meningkat hingga mencapai delapan kasus.
“April kembali naik. Ada lima kebakaran pemukiman, dua kebakaran lahan, dan satu kejadian terkait instalasi PLN,” kata Rakhmadi.
Menurutnya, dominasi kebakaran rumah menjadi perhatian utama pihaknya karena sebagian besar disebabkan masalah instalasi listrik yang sudah tidak layak maupun kelalaian penggunaan perangkat elektronik di dalam rumah. Karena itu, pihaknya meminta masyarakat mulai lebih waspada terhadap potensi korsleting, terutama pada bangunan dengan instalasi lama yang jarang diperiksa.
“Kami mengimbau warga rutin mengecek kondisi kabel dan instalasi listrik agar risiko kebakaran bisa diminimalkan,” pungkasnya. (MAULIDIA AZWINI)












