Bahasa Banua Jadi Muatan Lokal

Sekda Muhammad Said saat meresmikan Bahasa Banua menjadi muatan lokal di SMP. (Rama/Disway Kaltim)

PEMERINTAH Kabupaten Berau, komit melestarikan bahasa dan budaya lokal melalui  pendidikan. Salah satunya, dengan menerapkan Bahasa Banua sebagai mata pelajaran muatan lokal di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Program diresmikan Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, saat launching penerapan Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Banua di Aula Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten Berau, pada Kamis (2/7/2026).

“Peluncuran kurikulum ini menjadi tonggak penting dalam upaya menjaga keberlangsungan Bahasa Banua atau yang dikenal sebagai Bahasa Berau,” ucap Muhammad Said.

Melalui implementasi kurikulum muatan lokal, Pemerintah Kabupaten Berau berharap Bahasa Banua tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga dapat dipelajari secara sistematis oleh para pelajar sebagai bagian dari pendidikan formal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Mardiatul Idalisah menjelaskan, penerapan kurikulum muatan lokal Bahasa Banua memiliki dasar hukum yang kuat, yakni Peraturan Bupati Berau Nomor 28 Tahun 2025 tentang Kurikulum Muatan Lokal Bahasa Daerah.

Lahirnya kurikulum tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian bahasa dan budaya daerah, mulai dari pemerintah daerah, tenaga pendidik, budayawan, akademisi hingga tim penyusun materi pembelajaran.

Penyusunan kurikulum tersebut, tidak hanya berorientasi pada pembelajaran bahasa semata, tetapi juga menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai budaya, sejarah, dan kearifan lokal kepada peserta didik. Dengan demikian, sekolah memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi Bahasa Banua agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Berau, juga telah menyiapkan langkah lanjutan agar pelestarian bahasa daerah dilakukan secara lebih menyeluruh. Setelah diterapkan di tingkat SMP pada tahun ini, kurikulum serupa direncanakan mulai diberlakukan di jenjang Sekolah Dasar (SD) pada 2027.

“Insyaallah pada tahun 2027 penerapan kurikulum muatan lokal Bahasa Banua akan diperluas ke jenjang Sekolah Dasar,” pungkasnya. (ADV/TR/ARIE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *