Diklaim Masih Kader Golkar

Rita Widyasari (DISWAY Kaltim/MAYANG SARI)

Meski pernah tersangkut masalah hukum, Rita Widyasari masih dinilai populer di masyarakat, itu terlihat setelah bebas dan bertemu masyarakat. Sehingga, Dia dianggap pantas untuk terjun kembali di dunia politik, apalagi diklaim masih kader Golkar.

——————————–

Antusiasme masyarakat menyambut kepulangan mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari, usai menyelesaikan masa pidananya dinilai menjadi fenomena politik yang menarik perhatian.

Sekretaris Komisi I DPRD Kalimantan Timur Salehuddin menilai, sambutan hangat yang diberikan warga menunjukkan kedekatan emosional yang masih kuat terhadap sosok mantan pemimpin Kukar tersebut.

“Saya pikir seperti yang dilihat masyarakat, antusiasme masyarakat pasca beliau bebas itu luar biasa. Saya tidak bisa menambah ataupun mengurangi. Itulah yang kami alami juga,” ujar Salehuddin, Kamis, (2/7/2026).

Legislator dari daerah pemilihan Kukar itu mengaku, mengenal Rita sejak lama. Ia pernah berada dalam kepengurusan Partai Golkar ketika Rita menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kutai Kartanegara sekaligus Bupati Kukar.

“Saya pernah hampir empat sampai lima tahun bersama beliau. Jabatan normatifnya waktu itu sebagai Ketua DPD Golkar sekaligus Bupati Kutai Kartanegara. Saya juga menjadi kader beliau lebih dari lima tahun,” katanya.

Menurut Salehuddin, kedekatan Rita dengan masyarakat, tidak lepas dari gaya kepemimpinannya yang komunikatif, terbuka, dan memiliki empati. Karakter tersebut, menurutnya, masih diingat oleh banyak warga hingga sekarang.

“Beliau orang yang mudah komunikasi, lebih empati, kemudian terbuka dengan orang. Selebihnya masyarakat Kukar mungkin bisa memahami sendiri,” ucapnya.

Ia menilai, status Rita sebagai mantan narapidana tidak serta-merta menghapus penilaian masyarakat terhadap kiprahnya selama memimpin Kukar. Dari apa yang ia lihat di lapangan, warga lebih memilih menyambut kepulangannya dibanding terus memperdebatkan masa lalu.

“Terlepas beliau pernah menjalani proses hukum dan sudah resmi bebas, masyarakat tetap menyambut dengan baik. Dari yang saya lihat, seolah-olah tidak ada lagi bekas-bekas itu di mata masyarakat,” sebut Saleh.

Salehuddin mengatakan, setiap orang dapat melakukan kesalahan dan harus mempertanggungjawabkannya melalui proses hukum. Namun setelah seluruh proses tersebut dijalani, penilaian publik merupakan hal yang berbeda.

“Beliau pernah melakukan kesalahan dan sudah diputus melalui pengadilan. Itu bagian dari proses hukum yang sudah dijalani,” ujarnya.

Secara pribadi, ia mengaku banyak belajar dari Rita selama aktif di Partai Golkar. Sikap ikhlas dan kesabaran dalam menghadapi berbagai dinamika politik menjadi pelajaran yang paling berkesan baginya.

“Saya banyak belajar dengan beliau. Yang paling saya pelajari adalah bagaimana menjadi orang yang ikhlas dan sabar menerima keadaan. Walaupun beliau merasa ada dinamika secara politis, beliau tetap menikmati semuanya,” tuturnya.

Terkait peluang Rita kembali ke dunia politik, Salehuddin mengatakan hingga kini belum ada pembicaraan ke arah tersebut. Dalam komunikasi terakhir, Rita disebut masih memilih menikmati waktu bersama keluarga.

“Kalau beliau sendiri, untuk saat ini memang tidak berpikir masuk ke dunia politik,” sambungnya.

Ia menambahkan, jika suatu saat Rita ingin kembali mengikuti kontestasi politik, peluang tersebut juga bergantung pada ketentuan hukum yang berlaku serta keinginan pribadi yang bersangkutan.

“Kalau Pilkada dilaksanakan pada 2029, kemungkinan besar amar putusan beliau tidak memungkinkan. Tetapi kalau misalnya pelaksanaannya pada 2031, ada kemungkinan beliau punya kesempatan kembali ke dunia politik. Itu pun kalau beliau memang menginginkannya,” jelasnya.

Menurut Salehuddin, sejak kembali ke Kutai Kartanegara, aktivitas Rita hampir tidak pernah sepi. Banyak masyarakat, kerabat, dan sahabat datang bersilaturahmi sehingga jadwalnya hampir selalu terisi.

“Beliau sejak datang ke Kukar hampir setiap jam ada kegiatan. Banyak tamu yang datang, keluarga maupun masyarakat. Jadwal beliau penuh karena masyarakat merasa merindukan beliau,” ujar Saleh.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, yang juga ketua DPD Partai Golkar Kaltim menegaskan, Rita hingga kini masih berstatus sebagai kader Partai Golkar. Menurut Rudy, status tersebut tidak berubah karena Rita pernah memimpin DPD Partai Golkar Kaltim.

“Bagus alhamdulillah ya selamat kembali bergabung dengan masyarakat,” ujar Rudy.

Rudy menyampaikan, hal itu saat menjawab pertanyaan mengenai peluang Rita kembali aktif dalam kegiatan Partai Golkar. Meski memastikan status keanggotaannya masih berlaku, ia tidak menjelaskan lebih jauh mengenai kemungkinan Rita mendapat penugasan politik, ataupun menduduki posisi tertentu di internal partai.

“Ibu Rita sampai hari ini masih kader Golkar karena dulu beliau adalah mantan Ketua DPD Golkar Kalimantan Timur,” kata Rudy.

Menurut Rudy, yang dapat dipastikan saat ini hanya status Rita sebagai kader Partai Golkar. Soal langkah politik ke depan, ia memilih tidak berspekulasi.”Beliau tetap masih kader Golkar sampai hari ini ya,” pungkas Rudy. (MAYANG SARI/ARIE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *