Kemampuan Penuhi Ekspor Terbatas

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas saat meninjau budidaya kerapu di Maratua tahun 2022.

Ekspor ikan kerapu hidup dari Kabupaten Berau terus menunjukkan perkembangan signifikan. Meski demikian, kemampuan untuk memenuhi permintaan masih terbatas.

Berdasarkan data Dinas Perikanan Berau, ekspor kerapu hidup mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir.  Pada tahun 2024, Kabupaten Berau mengekspor sebanyak 133.000 kilogram (kg). Pada 2023 sebanyak 143.160 Kg. Tahun 2022 sebanyak 88.899 Kg dan tahun 2021 tercatat 90.337 Kg.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Berau, Warji menyebut, meski ada tantangan, sektor ini menunjukkan tetap tumbuh pesat.

Adapun komoditas ekspor utama dari Kabupaten Berau adalah jenis kerapu seperti Sunu, Lumpur, Cantang, dan Macan.

“Mayoritas ekspor ini ditujukan langsung ke Hong Kong melalui jalur laut dengan kapal berkapasitas besar yang berlabuh di dermaga Kampung Teluk Alulu,” ungkap Warji, Kamis (23/1/2025).

Dijelaskannya, proses ekspor dilakukan dengan pengawasan ketat. Pihak pengawas perikanan, bea cukai, serta imigrasi memastikan kelancaran dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

“Untuk ekspor kerapu hidup ini, kami mengutamakan kualitas dan ketepatan waktu. Biasanya, ekspor dilakukan sebulan sekali dengan volume sekitar 10 ton,” jelasnya.

Ia menegaskan, bahwa dari Berau hanya mengirimkan kerapu yang memiliki ukuran di atas 1 kilogram, karena itu standar yang ditetapkan oleh pasar Hong Kong.

“Di antara lima jenis kerapu yang dibudidayakan di Berau, jenis Cantang menjadi satu-satunya yang mengalami budidaya secara intensif,” ujarnya.

Pada tahun 2024, kelompok budidaya di Maratua mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi berupa bibit dan pakan ikan dengan jumlah sekitar 3.000 ekor per kelompok.

“Ada 3 kelompok yang mendapat bantuan. Pemeliharaan kerapu hidup ini memerlukan waktu yang cukup lama, bisa mencapai satu tahun,” bebernya.

Meskipun permintaan pasar global untuk kerapu hidup sangat besar, menurutnya, kemampuan untuk memenuhi permintaan tersebut masih terbatas.

“Kami terus berusaha untuk meningkatkan produksi dan mempercepat proses ekspor agar tidak ada kerapu yang terbuang karena ukurannya yang terlalu besar,” tuturnya.

Ia menegaskan, bahwa Dinas Perikanan Berau akan terus berupaya meningkatkan kapasitas budidaya melalui pemberdayaan kelompok petani, penyediaan bantuan sarana produksi, serta peningkatan sistem pengawasan dan distribusi.

“Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan dapat meningkatkan angka ekspor dan memperluas pasar tujuan, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan sumber daya alam dan kesejahteraan petani ikan lokal,” pungkasnya. (RIZAL/ARIE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *