Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus mematangkan rencana pembangunan islamic center di Tanjung Buyu, Kabupaten Bulungan.
Melalui pematangan rencana induk dan detail engineering design (DED), Pemerintah Provinsi Kaltara berupaya memastikan perencanaan pembangunan dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan keselamatan, kondisi lingkungan, kebutuhan masyarakat, dan nilai budaya daerah.
“Dokumen perencanaan tersebut diharapkan menjadi landasan bagi tahapan pembangunan selanjutnya, agar pengembangan islamic center dapat dipersiapkan secara terukur dan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang, dikutip dari laman Pemprov Kaltara, Rabu (28/10/2026).
Zainal juga mengingatkan perencanaan pembangunan islamic center berkaca pada bencana banjir besar yang melanda Kabupaten Bulungan, beberapa tahun silam. Dengan begitu, dapat mengantisipasi jika suatu saat banjir besar kembali melanda.
“Perhitungkan batas air tertinggi banjir 10 tahunan dan pastikan pelataran masjid sudah bebas banjir,” ujar dalam pembahasan mematangkan rencana pembangunan islamic center bersama konsultan perencana di Gedung Rektorat Universitas Hasanuddin.
Islamic center, lanjut Zainal, harus dirancang dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan, kebutuhan pengguna, serta karakteristik wilayah. Termasuk aspek keselamatan harus menjadi prioritas.
Karena menurutnya, selain aspek teknis, desain islamic center juga mengangkat identitas budaya lokal. Salah satu konsep yang dibahas ialah bangunan masjid di atas sungai dengan sentuhan ornamen bunga bakung, yang dikenal sebagai salah satu ciri khas budaya Bulungan.
Dalam perencanaan, masjid diperkirakan memiliki kapasitas sekitar 1.200 orang. Selain sebagai tempat ibadah, islamic center diharapkan dapat menjadi ruang untuk mendukung kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat. (fen)












