
KABUT asap akibat Karhutla sudah mulai menipis. Kendati demikian, kualitas udara di Berau belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Hal ini berpengaruh terhadap aktivitas pembelajaran di sekolah. Hingga berkali-kali kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) sudah dilaksanakan.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengungkapkan, Dinas Pendidikan Berau telah memperbarui kebijakan BDR, secara resmi menetapkan penyesuaian moda pembelajaran menjadi Tatap Muka Terbatas (TMT) yang berlaku mulai Kamis, 15 Oktober hingga 17 Oktober 2026.
Keputusan ini diambil merujuk pada hasil pengukuran kualitas udara secara manual selama 24 jam penuh yang dilakukan oleh UPTD Laboratorium Lingkungan (Labling) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau pada tanggal 13–14 Oktober 2026.
Berdasarkan pengujian laboratorium tersebut, nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) untuk partikulat PM 10 mencatatkan angka 107, sementara PM 2,5 berada pada angka 93, serta nilai CO sebesar 3,7. Angka ini menempatkan kualitas udara di Kabupaten Berau masuk dalam kategori Tidak Sehat, yang dinilai merugikan kesehatan.
Langkah penyesuaian kegiatan belajar mengajar ini berpedoman pada Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Nomor 20 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Karhutla.
“Demi keselamatan dan kesehatan anak-anak kita dari paparan asap, pembelajaran tatap muka terbatas diberlakukan mulai 15 hingga 17 Oktober 2026 dan akan terus kita evaluasi secara berkala sesuai perkembangan kondisi kualitas udara di lapangan,” tegas Sri Juniarsih.
Selama pelaksanaan tatap muka terbatas di sekolah, Bupati meminta seluruh satuan pendidikan menerapkan protokol kesehatan ketat yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Berau. Sekolah diwajibkan meniadakan aktivitas luar ruangan seperti upacara, olahraga, dan ekstrakurikuler.
“Jika kondisi ISPU memburuk hingga menembus angka di atas 200 atau jarak pandang kabut asap dinilai memburuk dan mengancam keselamatan, maka pembelajaran tatap muka akan langsung dihentikan total dan dialihkan ke PJJ,” pungkasnya. (ADV/SETIAWAN)












