APBD Perubahan 2026 Kabupaten Malinau telah ditetapkan sebesar Rp2,3 triliun. Namun, angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp3,1 triliun.
Kondisi tersebut, kata Bupati Malinau Wempi W. Mawa, membutuhkan langkah efisiensi dan penyesuaian dalam pelaksanaan sejumlah program atau kegiatan.
Ia pun menekankan agar organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan percepatan penyelesaian program prioritas pada sisa tahun anggaran 2026 ini.
Misal, di sektor infrastruktur, Pemkab Malinau menaruh perhatian pada pembangunan akses penghubung antarwilayah. Salah satunya jalur strategis dari Semolon menuju Rajuk, yang dinilai penting untuk membuka konektivitas sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Sisa waktu tahun anggaran harus dimanfaatkan secara maksimal,” kata Wempi dalam rapat evaluasi serapan anggaran, dikutip dari laman Pemkab Malinau, Kamis (1/10/2026).
“Pembangunan daerah juga diarahkan agar memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Sedangkan potensi daerah mulai dari pariwisata, pertanian, perikanan hingga komoditas unggulan seperti gaharu, ia harapkan dapat terus dikembangkan, untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan membantu menekan angka kemiskinan.
Untuk itu, seluruh OPD diminta memperkuat koordinasi, menjaga soliditas lintas sektor, serta bekerja secara profesional, agar program yang telah direncanakan dapat terlaksana tepat waktu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dikatakan, evaluasi anggaran menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan setiap program pembangunan tetap berjalan efektif di tengah penyesuaian kemampuan anggaran daerah. (fen)












