
BUPATI Berau Sri Juniarsih Mas mengakui keterbatasan anggaran daerah membuat pemerintah belum dapat merealisasikan seluruh kebutuhan dan harapan masyarakat secara bersamaan. Menurut Sri Juniarsih, kondisi tersebut membuat Pemkab Berau harus menentukan program berdasarkan skala prioritas, terutama kegiatan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dan pelayanan masyarakat.
“Program yang dilaksanakan adalah yang menyentuh dan pelayanan terhadap masyarakat,” ujar Sri Juniarsih, Kamis (1/10/2026).
Ia mengatakan, keterbatasan fiskal menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menentukan arah belanja dan pembangunan daerah. Program yang dinilai paling mendesak dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat akan lebih dahulu mendapat perhatian.
Sri Juniarsih menyebut sejumlah sektor seperti pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, dan infrastruktur dasar menjadi bagian dari kebutuhan yang terus diperhatikan pemerintah daerah. Menurutnya, pemerintah harus memastikan anggaran yang tersedia digunakan secara efektif. Dengan kemampuan fiskal yang terbatas, seluruh program tidak dapat dijalankan sekaligus sehingga diperlukan penyesuaian berdasarkan kebutuhan dan kemampuan daerah.
Sri Juniarsih juga mengakui masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, ia membuka ruang terhadap kritik dan saran dari masyarakat sebagai bahan evaluasi pemerintah daerah.
“Segala bentuk kritik dan saran diterima dengan penuh kesiapan,” katanya.
Ia menegaskan, masukan masyarakat menjadi bagian dari evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan program pemerintah. Pemkab Berau akan terus mengarahkan anggaran yang tersedia pada program yang dianggap prioritas dan memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
“Tentunya prioritas kita adalah memastikan pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan,” pungkasnya. (SETIAWAN)












