Pengguna QRIS di Kalimantan Utara (Kaltara) terus bertumbuh. Bank Indonesia (BI) mencatat, sekitar 120 ribu masyarakat Kaltara telah menggunaan QRIS dalam bertransaksi.
Penggunanya dari berbagai kalangan. Terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Semakin mudahnya akses internet dan layanan digital turut membuat QRIS lebih cepat diterima masyarakat,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara, Agus Taufik, dikutip pada Senin (17/8/2026).
BI juga mencatat pengguna terbanyak berasal dari kalangan generasi muda. Karena cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Apalagi terbiasa belanja secara online sehingga semakin familiar menggunakan QRIS.
“Pertumbuhan penggunaan QRIS terlihat dari meningkatnya volume dan frekuensi transaksi,” ungkapnya.
Saat ini, BI terus memperluas penggunaan QRIS melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat, perbankan, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), bank swasta, hingga bank pembangunan daerah (BPD), katanya.
“Saya yakin ke depan akan semakin meningkat melalui berbagai promosi produk, kemudahan layanan dan kerja sama,” ujar Agus.
BI juga akan terus melakukan edukasi, agar masyarakat dari berbagai kelompok memahami dan mampu menggunakan QRIS.
Namun menurut Agus, transaksi tunai tetap dapat digunakan sesuai kebutuhan masyarakat. “Keduanya (pembayaran tunai dan digital) saling melengkapi,” imbuhnya. (fen)












