
FESTIVAL Abutta Banua 2026 resmi ditutup oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, pada Sabtu (4/7/2026) malam, setelah berlangsung tujuh hari penuh memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kelurahan Sambaliung dan HUT ke-6 Pedagang Kaki Lima (PKL) Basuli. Penutupan festival berlangsung semarak dengan dihadiri masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Rangkaian acara penutupan diawali dengan pengumuman para pemenang berbagai cabang perlombaan yang telah digelar selama festival berlangsung. Suasana semakin meriah ketika para juara menampilkan tarian tradisional yang berhasil memukau para pengunjung dan menjadi penutup yang berkesan bagi perhelatan budaya tahunan tersebut.
Lurah Sambaliung, Iskandar Zulkarnain, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Festival Abutta Banua 2026. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan festival merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Ia menyebut dukungan masyarakat, panitia pelaksana, jajaran Kelurahan Sambaliung, hingga Kesultanan Sambaliung menjadi faktor utama yang membuat seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan sukses.
“Tanpa dukungan seluruh masyarakat Sambaliung yang bahu-membahu, kegiatan ini tidak akan berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Sementara itu Wakil Bupati Berau, Gamalis, memberikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan Festival Abutta Banua yang dinilai terus berkembang dari tahun ke tahun. Ia mengatakan penyelenggaraan tahun ini terasa lebih istimewa karena pembukaan festival dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terhadap pelestarian budaya daerah.
Menurut Gamalis, Festival Abutta Banua bukan sekadar perayaan budaya, tetapi telah berkembang menjadi pesta rakyat yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain menjadi wadah pelestarian adat dan tradisi suku Banua, festival tersebut juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui meningkatnya aktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), PKL Basuli, serta berbagai perlombaan yang melibatkan masyarakat.
“Festival ini bukan hanya melestarikan budaya Banua, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat. Aktivitas UMKM dan pedagang meningkat selama festival berlangsung sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Gamalis juga menyambut baik dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar Festival Abutta Banua diusulkan masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN). Menurutnya, apabila berhasil masuk dalam kalender event nasional tersebut, Festival Abutta Banua akan memiliki peluang lebih besar untuk dikenal secara luas dan menjadi daya tarik wisata budaya Kabupaten Berau.
Ia berharap, festival ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai ruang untuk menjaga eksistensi budaya Banua sekaligus memperkenalkan warisan budaya lokal kepada generasi muda.
“Saya berharap Festival Budaya Abutta Banua terus dilaksanakan sebagai wadah merayakan, memperkenalkan, dan melestarikan adat istiadat Banua sebagai salah satu suku asli Kabupaten Berau yang patut menjadi bagian dari sejarah dan identitas daerah di masa mendatang,” ucapnya.
Lebih lanjut, Gamalis menegaskan bahwa nilai penting Festival Abutta Banua tidak hanya terletak pada aspek budaya semata, tetapi juga mampu mempererat hubungan sosial antarwarga. Menurutnya, kebersamaan yang terbangun selama penyelenggaraan festival menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam menjaga persatuan masyarakat.
“Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga membangun kebersamaan dan mempererat silaturahmi masyarakat. Nilai-nilai sosial inilah yang menjadi kekuatan Festival Abutta Banua,” tuturnya.
Tingginya antusiasme masyarakat yang hadir hingga malam penutupan, serta ramainya aktivitas UMKM dan PKL selama sepekan pelaksanaan festival, menjadi bukti bahwa Festival Abutta Banua tidak hanya sukses sebagai ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat Kelurahan Sambaliung.
“Keberhasilan penyelenggaraan Festival Abutta Banua 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi festival ini sebagai agenda budaya unggulan Kabupaten Berau,” pungkasnya. (ADV/TR/ARIE)












