Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memastikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal mendapat kesempatan terlibat dalam aktivitas ekonomi di kawasan industri Tanah Kuning-Mangkupadi, Kabupaten Bulungan.
Sekretaris Provinsi Kaltara, Denny Harianto, menegaskan keberadaan kawasan industri tidak boleh hanya menjadi pusat pertumbuhan investasi, tetapi juga harus membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.
“Jangan sampai investasi besar berkembang pesat, tetapi UMKM lokal hanya menjadi penonton. Karena itu, pemerintah harus hadir untuk memastikan pelaku usaha daerah mendapat kesempatan mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi,” ujar Denny, pekan lalu.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemprov Kaltara tengah menyiapkan sistem yang menghubungkan kebutuhan barang dan jasa di kawasan industri dengan kapasitas UMKM lokal.
Dengan demikian, pelaku usaha daerah diharapkan mampu menjadi bagian dari rantai pasok industri yang berkembang di Tanah Kuning-Mangkupadi.
Selain membuka akses pasar, pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas produk, agar mampu memenuhi standar yang dibutuhkan dunia industri.
“Kami ingin UMKM lokal naik kelas dan mampu menjadi bagian dari ekosistem industri. Karena itu, yang dibangun bukan hanya akses pasar, tetapi juga peningkatan kualitas dan daya saing produk,” katanya.
Ia menambahkan, upaya tersebut juga diperkuat melalui Peraturan Gubernur tentang Produk Lokal yang menjadi dasar bagi pengelola kawasan industri, untuk memberikan ruang bagi produk-produk asal Kalimantan Utara yang telah memenuhi standar.
Menurut Denny, keberhasilan hilirisasi industri tidak semata diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari sejauh mana investasi tersebut mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap hilirisasi industri yang berkembang di Kaltara mampu menjadi penggerak ekonomi daerah secara menyeluruh. Investasi harus menjadi instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Muhammad Efendi)












