Sejumlah Sekolah di Kabupaten Bulungan Kekurangan Guru Agama

Sejumlah sekolah di Kabupaten Bulungan kekurangan guru agama.-muhammad efendi/disway kaltim

Sejumlah sekolah di Kabupaten Bulungan kekurangan guru agama Katolik. Bahkan, di Tanjung Selor saat ini hanya terdapat di dua sekolah dasar, yakni SDN 01 dan SDN 05.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Bulungan, Yuni Agus Prasetyo, mengungkap dii SDN 05, guru kelas bahkan harus merangkap mengajar mata pelajaran agama, karena tidak adanya tenaga pengajar khusus.

Kondisi ini disebut menjadi salah satu dampak dari keterbatasan formasi guru, terutama setelah kebijakan penghapusan tenaga honorer, sementara kebutuhan pengajar agama di sekolah masih cukup tinggi.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Disdik Bulungan berencana mengusulkan penambahan formasi guru agama kepada pemerintah pusat, serta berkoordinasi dengan Kementerian Agama, guna memastikan hak siswa dalam memperoleh pendidikan agama sesuai keyakinannya tetap terpenuhi.

Karena menurut Yuni, penggabungan mata pelajaran agama, termasuk antara Kristen dan Katolik, tidak dibenarkan dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah.

“Penggabungan mata pelajaran antara agama Kristen dan Katolik di satuan pendidikan tidak diperbolehkan, karena ajaran dan tata cara ibadahnya berbeda,” kata Yuni, Jumat (27/3/2026).

Menurutnya, Dinas Pendidikan telah melakukan konfirmasi ke sejumlah sekolah, untuk memastikan pelaksanaan pembelajaran agama tetap berjalan sesuai ketentuan.

Jika ditemukan adanya penggabungan kelas agama, pihaknya meminta sekolah segera melaporkan, agar dapat dilakukan pembinaan.

“Kami juga menyadari masih ada kekurangan guru agama di beberapa sekolah. Jika ada laporan penggabungan, tolong disampaikan kepada kami, agar bisa kami tindak lanjuti,” ungkapnya. (Muhammad Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *