
KABUPATEN Berau memperkenalkan kekayaan seni dan budayanya di panggung nasional melalui peluncuran Tari Baliu Dalling dan Batik Derawan Maratua di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Ikatan Pecinta Batik Nusantara (IPBN), Kementerian Kebudayaan RI, Danantara, dan LPDP.
Peluncuran dihadiri Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan RI Bambang Wibawarta, Ketua Dewan Pengawas IPBN Sapta Nirwandar, Ketua Umum IPBN Ayu Dyah Pasha, Ketua Dekranasda Berau Edy Suswanto, serta pegiat seni dan budaya.
Dalam kesempatan, diperkenalkan tiga dari delapan motif Batik Derawan Maratua, yakni Bokko Lumangi’ (penyu), Buul Embal Nabang yang terinspirasi ubur-ubur Kakaban, serta Goyak yang menggambarkan ombak. Motif-motif tersebut mengangkat pesona Kepulauan Derawan dan Maratua dengan dominasi warna biru toska serta menggunakan teknik batik nitik.
Peluncuran juga dimeriahkan fashion show yang menampilkan koleksi batik baru, termasuk diperagakan langsung oleh Bupati Sri Juniarsih Mas. Acara semakin semarak dengan penampilan Tari BABADA dan Tari Baliu Dalling yang memadukan unsur tradisional dan modern.
Sri Juniarsih mengatakan, budaya harus menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, potensi pariwisata Berau akan semakin kuat jika dibarengi pelestarian seni dan budaya. Namun, kekuatan tersebut harus didukung dengan pelestarian budaya agar identitas daerah tetap terjaga sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan.
“Berau memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa, khususnya sektor pariwisata,” ujarnya.
Sementara itu, Sekjen Kementerian Kebudayaan RI Bambang Wibawarta menilai kolaborasi menjadi kunci pemajuan kebudayaan. Menurutnya, batik dan tari tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga dapat berkembang menjadi sumber inovasi sekaligus memperkuat identitas Indonesia di tingkat dunia.
“Kolaborasi inilah yang kita butuhkan. Setiap motif batik yang lahir tidak hanya memperkaya koleksi wastra Nusantara, tetapi juga memperkuat identitas Indonesia di mata dunia,” pungkasnya. (ADV/ARIE)












