Status Aset Belum Jelas, Disdamkarmat Berau Rawat Armada Pakai Dana Pribadi 

Armda truk pemadam kebakaran. (Azwini/Disway Kaltim)

DINAS Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau menghadapi kendala serius dalam menjaga operasional armada penyelamatan. Hingga kini, sejumlah kendaraan taktis yang digunakan untuk penanganan kebakaran maupun evakuasi darurat belum dapat dipelihara secara resmi akibat status aset yang belum dialihkan

Diketahui, armada tersebut merupakan aset Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau. Namun meski saat ini seluruh kendaraan telah digunakan penuh oleh Disdamkarmat, proses administrasi pengalihan aset disebut belum juga rampung.

Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan mengatakan, kondisi tersebut membuat pihaknya kesulitan melakukan perawatan kendaraan menggunakan anggaran dinas.

“Peralihannya belum tuntas karena kita masih menunggu dari Pak Sekda. Sementara kendaraan tetap dipakai setiap hari untuk pelayanan. Kalau kondisi ini terus berlarut, tentu pelayanan juga bisa terganggu,” ujarnya, Minggu (24/4/2026).

Menurutnya, dampak dari belum selesainya proses administrasi itu mulai terlihat di lapangan. Beberapa armada dilaporkan mengalami kerusakan karena minim perawatan rutin, bahkan ada yang tidak lagi beroperasi secara maksimal. Padahal kendaraan tersebut menjadi penunjang utama dalam berbagai penanganan darurat, mulai dari kebakaran hingga evakuasi hewan berbahaya.

Karena pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan, petugas Damkar terpaksa mencari solusi secara mandiri. Mulai dari pembelian bahan bakar, penggantian oli hingga perbaikan kerusakan ringan dilakukan menggunakan dana pribadi agar kendaraan tetap dapat dioperasikan.

“Kalau ada kebakaran atau permintaan evakuasi, tentu tetap kami layani. Tidak mungkin kendaraan tidak dijalankan. Kendalanya memang kami tidak bisa melakukan perbaikan menggunakan anggaran dinas karena asetnya belum dilimpahkan,” jelasnya.

Meskip demikian, Rakhmadi mengungkapkan persoalan tersebut telah disampaikan kepada Sekretaris Daerah Berau dengan harapan proses pengalihan aset dapat segera diselesaikan. Pihaknya berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret sebelum kondisi armada semakin memburuk dan berdampak pada pelayanan penyelamatan di lapangan. (MAULIDIA AZWINI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *