Rangkaian Harganas 2026, Pemkab Berau Gelar Pasar Ikan Murah

Bazar ikan murah yang digelar melibatkan HNSI Berau. Tampah hadir Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud.(Rama/Disway Kaltim)

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud bersama Bupati Sri Juniarsih Mas dan Wakil Bupati Gamalis, meninjau Gerakan Ikan Murah dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 di Jalan Diponegoro, Tanjung Redeb, Kamis (23/7/2026).

Itu dilakukan, agar masyarakat memperoleh ikan dengan harga terjangkau sebagai upaya meningkatkan konsumsi protein hewani, juga mempercepat penurunan angka stunting di Berau. Antusiasme masyarakat terhadap bazar ikan murah terus meningkat. Sebanyak 5 ton ikan yang disiapkan Dinas Perikanan Kabupaten Berau, bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) habis terjual hanya dalam hitungan jam saat pelaksanaan bazar di Tanjung Redeb.

Keberhasilan pelaksanaan bazar, mendorong pemerintah perluas jangkauan kegiatan, yang sebelumnya digelar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Batu dan TPI Sambaliung. Program jadi langkah strategis Pemkab Berau, untuk menjaga stabilitas harga pangan, mengendalikan inflasi, hingga memperkuat ketahanan pangan.

Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid mengatakan, tingginya animo masyarakat menunjukkan kebutuhan terhadap bahan pangan bergizi dengan harga terjangkau masih sangat tinggi.

“Ikan yang kami siapkan bersama HNSI habis terjual hanya dalam beberapa jam,” ujarnya.

Dalam bazar, masyarakat dapat membeli berbagai jenis ikan laut maupun ikan air tawar dengan harga di bawah harga pasar. Jenis ikan yang dijual meliputi ikan layang, kembung, katombong, kakap, layur, hingga baronang. Selain itu juga ada cumi dan kepiting.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menilai tingginya antusiasme masyarakat dalam bazar ikan murah menunjukkan kebutuhan pangan berbasis perikanan di Kabupaten Berau terus meningkat.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi upaya pemerintah menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi instrumen untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong peningkatan konsumsi protein hewani.

“Saya cukup terkejut melihat antusiasme masyarakat. Bahkan, warga sudah datang dan memadati lokasi sejak pukul 06.00 Wita, padahal kegiatan baru dijadwalkan mulai pukul 07.00 Wita. Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap pangan, khususnya produk perikanan, cukup tinggi,” kata Sri Juniarsih Mas.

Ia menambahkan, tingginya minat masyarakat juga menjadi gambaran bahwa sektor perikanan memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Berau.

“Bazar ikan murah ini bukan hanya soal menyediakan ikan dengan harga terjangkau, tetapi juga bagaimana pemerintah menjaga daya beli masyarakat dan memastikan akses terhadap sumber protein hewani tetap baik,” ujarnya.

Selain mendorong hasil tangkapan laut dan budidaya perikanan air tawar, Sri Juniarsih menilai sektor pengolahan hasil perikanan memiliki prospek besar untuk dikembangkan.

Menurutnya, pengolahan ikan dapat menciptakan nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Produk olahan tersebut juga dapat diarahkan menjadi bagian dari ekonomi kreatif daerah.

“Kita tidak ingin hasil perikanan hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Potensi ini harus terus dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang memiliki nilai tambah,” tuturnya.

Sri Juniarsih mengatakan, produk olahan ikan lokal juga berpeluang menjadi oleh-oleh khas Berau yang dapat mendukung sektor pariwisata.

“Kalau produk olahan ikan kita semakin beragam dan kualitasnya semakin baik, tentu bisa menjadi produk ekonomi kreatif sekaligus oleh-oleh khas daerah. Ini akan memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha dan sekaligus mendukung pertumbuhan pariwisata Berau,” pungkasnya (ADV/TR/ARIE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *